Empat Wilayahnya Dicaplok Putin, Ukraina Ajukan Jalur Cepat Masuk NATO

Zelensky juga menutup rapat pintu negosiasi dengan Putin usai pencaplokan empat wilayah Ukraina.
Ameidyo Daud Nasution
1 Oktober 2022, 09:33
ukraina, putin, rusia
ANTARA FOTO/REUTERSaww.
Romanian President Klaus Iohannis, Italian Prime Minister Mario Draghi, Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy, French President Emmanuel Macron and German Chancellor Olaf Scholz arrive for a news conference in Kyiv, Ukraine June 16, 2022. Ludovic Marin/Pool via

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengajukan keanggotaan jalur cepat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini terjadi usai Rusia mencaplok empat wilayah Ukraina yakni Zaporizhia, Kherson, Donetsk, dan Luhansk.

Zelensky juga menutup potensi pembicaraan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam sebuah video, Zelensky bersama Perdana Menteri Ukraina Denis Shmyhal dan Ketua Parlemen Ukraina Ruslan Stefanchuk menunjukkan dokumen aplikasi NATO yang telah diteken mereka.

"Kami mengambil langkah tegas dengan menandatangani aplikasi untuk aksesi ke NATO," kata Zelensky pada Jumat (30/9) dikutip dari Reuters.

Belum jelas apa reaksi Kremlin melihat langkah terbaru Zelensky. Meski demikian, sebelum menginvasi Ukraina, Moskow menuntut jaminan Kyiv tak akan bergabung dengan NATO.

Advertisement

Zelensky juga mengatakan Rusia telah menulis ulang sejarah dan menggambar ulang perbatasan dengan kebohongan. Ia juga menutup rapat peluang bernegosiasi dengan Putin.

"Kami siap berdialog dengan Rusia, tetapi dengan Presiden Rusia yang lain (nantinya)," kata Zelensky.

Sementara menunggu aksesi, Ukraina akan mengandalkan Kyiv Security Compact sebagai jaminan keamanan negara tersebut. Ini adalah rancangan keamanan di mana Uni Eropa akan mendukung keamanan Ukraina dari serangan.

Sedangkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg belum merespons apakah akan segera memberikan status keanggotaan ke Ukraina. Namun ia mengatakan NATO siap memberikan dukungan penuh atas kemerdekaan Ukraina.

Ia juga mengatakan langkah terbaru Rusia merupakan eskalasi paling serius sejak Moskow menginvasi tetangganya tersebut pada Februari 2022.

"Putin telah memobilisasi ratusan ribu tentara, terlibat dalam serangan senjata nuklir, dan sekarang secara ilegal mencaplok wilayah Ukraina," kata Stoltenberg.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait