Jokowi Minta Aparat Hati-Hati Evakuasi Pilot Susi Air di Papua

Andi M. Arief
21 Maret 2023, 13:09
Susi Air
Katadata
Susi Air

Presiden Joko Widodo telah membahas rencana pembebasan Pilot Susi Air Kapten Phillip Mark Mehrtens oleh Organisasi Papua Merdeka oleh OPM. Sebagai informasi, Kepala Negara telah berada di Bumi Cendrawasi sejak kemarin, Senin (20/3).

Jokowi menyampaikan hal terpenting dalam pembebasan Phillip adalah kehati-hatian dan menjaga keselamatan nyawanya. Seperti diktehui, Phillip telah disandera sejak 7 Februari 2023.

"Tadi malam kami rapat internal, salah satunya membahas penyanderaan pilot Susi Air. Yang paling penting dengan penuh kehati-hatian agar tetap keselamatan menjadi yang utama," kata Presiden Jokowi dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Selasa (21/3).

Philip telah disandera selama 43 hari dan meminta gajinya dikirimkan ke sang istri. Sedangkan 30 penumpang yang tadinya disandera OPM telah melarikan diri dan diselamatkan penegak hukum.

Hasilnya, sebanyak 40% penerbangan Susi Air di Papua terhenti sejak peristiwa pembakaran pesawat dan Penyanderaan Pilot Capt. Phillip Mark Mehrtens oleh kelompok yang mengaku sebagai Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Manajemen Susi Air mengajukan permohonan maaf pada masyarakat Papua akibat operasional yang terganggu tersebut.

Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti, mengakui bahwa Susi Air rugi secara finansial akibat kejadian tersebut. Namun dia juga menyoroti akses warga Papua yang terputus karena banyak penerbangan perintis yang berhenti beroperasi.

"Susi air saat ini memang merugi secara finansial, tapi yang lebih rugi adalah masyarakat Papua sehingga tidak bisa mengakses dari satu tempat ke tempat lainnya," ujar Susi saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/1).

Selain itu, sebanyak 70% operasional penerbangan porter atau logistik juga menjadi terhenti. Hal ini berdampak pada terganggunya distribusi kebutuhan pokok pasokan logistik di wilayah Papua.  


Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait