Microsoft Siap Gelontorkan Rp 13 Triliun Bangun Pusat Data di RI

Pusat data itu unutk menunjang program big data Microsoft di Indonesia
Image title
17 Januari 2020, 16:39
microsoft, investasi, luhut
123RF.com
Microsoft Corporation berencana menanamkan modal sebesar US$ 1 miliar atau setara hampir Rp 14 triliun untuk membangun pusat data (data center) di Indonesia.

Microsoft Corporation berencana menanamkan modal sebesar US$ 1 miliar atau setara hampir Rp 13,6 triliun untuk membangun pusat data (data center) di Indonesia.  Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai bertemu perwakilan raksasa teknologi Amerika Serikat itu, Jumat (17/1).

Luhut  menjelaskan, pusat data tersebut digunakan untuk menunjang program big data Microsoft yang ada di Indonesia. “Jadi untuk database, big data mereka disini," kata dia di Jakarata, Jumat (17/1).

(Baca: Perluas Pasar di Indonesia, Alibaba Gaet 40 Perusahaan Lokal Lebih)

Meski Microsoft telah menyatakan minat, Luhut belum memastikan kapan perusahaan yang didirikan Bill Gates itu menanamkan modalnya di Tanah Air. Ini lantaran pembahasan baru memasuki tahap awal sehingga masih banyak proses yang harus dilalui.

Advertisement

"Dia (Microsoft) bilang segera, (tapi) kami berharap mulai tahun ini," ujarnya.

Sebelumnya Luhut menyampaikan rasa optimisnya bahwa realisasi investasi pada 2020 dapat mencapai Rp 886 Triliun. Hal ini lantaran beberapa sektor industri di dalam negeri dinilai masih menarik bagi investor. 

 "Ya bisa banget tercapai realisasi investasi," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1).

(Baca: Luhut Sebut Dana Softbank Bukan untuk Kantor Presiden di Ibu Kota Baru)

Luhut menjelaskan, migas merupakan salah satu sektor yang masih diminati investor. Ini ditandai dengan adanya rencana investasi dari Timur Tengah untuk pengembangan kilang minyak di beberapa tempat dalam waktu dekat.

Dia juga menilai eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak akan memengaruhi rencana investasi asing di Indonesia. Beberapa pemodal asal AS dan Timur Tengah bahkan sedang menjajaki investasi baru di dalam negeri. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait