Kabupaten Lebak Perluas Diversifikasi Pangan Lokal, Manfaatkan Ubi hingga Talas
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, memperluas diversifikasi pangan berbasis komoditas local untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Diversifikasi pangan local diyakini akan membuka peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat dari olahan umbi-umbian.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan tingginya ketergantungan konsumsi terhadap beras perlu diimbangi dengan pemanfaatan sumber karbohidrat lokal yang tersedia melimpah di daerah tersebut.
"Kami minta warga tidak hanya bergantung pada konsumsi beras, tetapi juga mulai mengonsumsi pangan pengganti," kata Amir dalam peluncuran penyaluran bantuan pangan di Perum Bulog Lebak, seperti dikutip Antara, Rabu (12/8).
Diversifikasi pangan menjadi penting karena permintaan beras yang tinggi dapat turut memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut. Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga dapat membantu memperluas sumber pangan masyarakat.
Kabupaten Lebak memiliki beragam sumber pangan lokal seperti talas, singkong, ubi jalar, gadung, ganyong, jagung, dan sukun. Namun, potensi tersebut dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah.
Sebagian masyarakat masih mengolah umbi-umbian secara sederhana dengan cara direbus atau digoreng sebagai makanan selingan. Padahal, pengolahan lebih lanjut dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut sekaligus memperluas pilihan pangan masyarakat.
Amir mencontohkan singkong, ubi jalar, talas, dan ganyong dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti roti, bolu, kue lapis, keripik, maupun produk pangan lainnya. Pengembangan produk tersebut juga dapat membuka peluang usaha bagi rumah tangga dan pelaku UMKM berbasis pangan lokal.
"Kami meyakini masyarakat bisa menjadikan umbi-umbian sebagai alternatif makanan pokok apabila diolah secara berkualitas dengan produk yang semakin beragam dan sesuai selera masyarakat," kata Amir.
Mengolah Karbohidrat Alternatif
Penguatan diversifikasi pangan tersebut juga ditopang dari sisi produksi. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan pemerintah daerah mengembangkan tanaman ubi jalar antara lain di Kecamatan Kalanganyar, Rangkasbitung, dan Cibadak.
Pengembangan itu diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian yang dibudidayakan masyarakat.
Menurut Dodi, ubi jalar memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat alternatif yang dapat dikembangkan tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk pangan olahan.
Dengan pengembangan dari hulu hingga hilir, komoditas pangan lokal diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pertanian primer. Komoditas pangan local juga dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi petani dan pelaku usaha.
"Kami berharap masyarakat dapat membudayakan konsumsi umbi-umbian sebagai salah satu alternatif pengganti beras," kata Dodi.