Kunjungi Pengungsi, Gibran Minta Maaf Atas Penanganan Dampak Gempa NTT

Antara
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi pengungsi terdampak gempa di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8). Foto: Antara
21/8/2026, 07.26 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika ada kekurangan dari penanganan yang dilakukan pemerintah. 
 
Hal tersebut disampaikan Gibran saat berdialog dengan masyarakat di posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8).
 
"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama," kata Gibran dikutip dari Antara.
 
Dalam kunjungannya, Gibran sempat menanyakan kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan warga. Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu juga meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan sampai ke masyarakat. 
 
Kebutuhan yang paling mendesak antara lain makanan, toilet, air bersih, obat-obatan, hingga layanan kesehatan. Gibran meminta seluruh bantuan juga sampai ke wilayah yang sulit diakses seperti pegunungan. 
 
"Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak," katanya.
 
Gibran bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bertolak ke NTT dengan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana. Dia akan meninjau beberapa lokasi di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. 
 
Di Sikka, Gibran mendatangi SD Inpres LXXVI Wairklau yang juga digunakan sebagai posko pengungsian bagi masyarakat terdampak bencana. Gibran meninjau kondisi sekolah sekaligus melihat situasi para pengungsi yang berada di lokasi. Mantan Wali Kota Solo itu juga menanyakan kepada para pengungsi apakah anak-anak telah memperoleh makanan yang cukup serta memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka. 
 
Dalam kunjungan ke NTT kali ini, Gibran juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak psikologis masyarakat terdampak bencana.
 
Perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia turut dibawa dalam kunjungan tersebut untuk mengambil bagian dalam upaya trauma healing bagi korban bencana. 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.