Khofifah: Kawasan Industri Bangkalan Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru Madura

ANTARA FOTO/Umarul Faruq/YU
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung percepatan investasi PT Wiraraja Madura International dalam mengembangkan kawasan industri Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) di Kabupaten Bangkalan.
Penulis: Reihan Cahya
14/9/2026, 14.08 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung percepatan investasi PT Wiraraja Madura International dalam mengembangkan kawasan industri Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) di Kabupaten Bangkalan yang ditargetkan dibagun pada awal 2027. 

Kawasan Industri Bangkalan disiapkan untuk mendukung pengembangan sejumlah sektor, mulai dari industri, logistik hingga energi ramah lingkungan. 

Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan sektor yang akan dikembangkan di kawasan industri tersebut adalah bioetanol, furnitur, tekstil, dan panel surya. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat menjadikan Bangkalan sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Madura. 

"Maka, wilayah industri ini merupakan objek vital dan butuh kerja sama semua pihak untuk menyukseskannya. Saya terima kasih sekali kepada Bu Gubernur yang senantiasa mendukung kami sehingga saya yakin pembangunannya dapat diakselerasi," kata Akhmad, seperti dikutip dari Antara, Senin (14/9).

Dukungan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri audiensi jajaran PT Wiraraja Madura Internasional bersama delegasi investor dari Dubai dan Tiongkok di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (11/9). 

"Jadi, dari Wiraraja Madura menyiapkan untuk bisa langsung membangun di awal tahun 2027, hanya beberapa bulan setelah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman awal Agustus lalu. Ini memperlihatkan komitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mitra-mitra dari negara tetangga," ujar Khofifah dalam keterangan, dikutip dari Antara, Senin (14/9).

Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur akan mendukung percepatan pembangunan kawasan industri tersebut, termasuk melalui penyesuaian regulasi yang diperlukan.

Investor Dubai dan Cina Incar Investasi di Kawasan Industri Bangkalan

Dalam pertemuan itu Khofifah membahas kesiapan perusahaan dalam mengembangkan kawasan industri di Bangkalan sekaligus dukungan yang diperlukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat realisasi investasi tersebut.

Adapun delegasi dari investor adalah Odeh Asalem Automation System (ODASCO LLC) dari Dubai, sedangkan delegasi Tiongkok dihadiri oleh Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE) yang bergerak pada sektor furnitur dan rekayasa teknik. 

Kerja sama dengan ODASCO dilakukan melalui skema model jangka panjang yang berbasis OPEX/build-own-operate. ODASCO direncanakan menangani desain, pembiayaan, pengadaan, konstruksi hingga peoprasian fasilitas yang mencakup: pengolahan dan desalinasi air laut, pengolahan air permukaan, energi terbarukan berbasis solar PV dengan penyimpanan baterai atau sistem hibrida, serta pengolahan air limbah domestik dan industri. 

Sedangkan SADE akan menyediakan teknologi, mesin, peralatan dan pengetahuan produksi untuk pengembangan proyek yang meliputi pembangunan fasilitas pabrik manufaktur furniture, instalasi lini produksi, kegiatan produksi, pergudangan, logistik serta fasilitas pendukung lainnya. 

Khalid Odeh Al Salem, Vice President Business and Board Member ODASCO LLC, melihat pengembangan WMIE sangat berpotensi menghasilkan roda ekonomi yang mampu berputar berkepanjangan.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri di Bangkalan membuka peluang bagi investasi jangka panjang, terutama seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan utilitas untuk menopang pertumbuhan industri.

Rencana pengembangan kawasan industri itu sebelumnya telah dibahas melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman pada awal Agustus 2026. Proyek WMIE diperkirakan akan menelan investasi senilai US$ 10 juta atau Rp 176,6 miliar (kurs Rp 17.660 per US$).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.