Investor Antre Jual 1 Miliar Lot Saham GOTO, Manajemen Singgung Fundamental

Karunia Putri
28 September 2026, 10:29
GoTo melepas sebanyak 46,7 miliar saham dan meraih dana IPO senilai Rp 15,8 triliun
Dokumentasi GOTO
GoTo melepas sebanyak 46,7 miliar saham dan meraih dana IPO senilai Rp 15,8 triliun
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) rontok ke level bawah batas auto rejection bawah (ARB) 14% menjadi Rp 43 pada pembukaan perdagangan Senin (28/9). Harga saham terkunci di level ARB lantaran antrean jual yang panjang.

Sebelumnya, saham GOTO telah tertahan di level gocap sejak 5 Mei 2026. Penurunan saham GOTO terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menerapkan batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp 50 atau gocap menjadi Rp 1. 

ARB adalah batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari. Jika harga menyentuh batas ini, sistem otomatis menolak order jual di bawah harga tersebut. 

Berdasarkan data bursa, nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 3,13 miliar dengan volume perdagangan 738,88 ribu lot pada perdagangan hari ini. Meski saham GOTO kembali bergerak setelah lama tertahan di level Rp 50, kolom bid masih belum terisi.

Sementara itu, antrean jual GOTO membengkak menjadi 1,11 miliar lot dari sebelumnya mencapai 406,20 juta lot pada pukul 07.10 WIB. 

Kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (KSEI/diolah)

Menanggapi turunnya saham GOTO, Head of Corporate Affairs GOTO Audrey Petriny mengatakan harga saham yang ada di market tidak mencerminkan fundamental bisnis. Ia mengatakan hingga kini kinerja GOTO menunjukkan perbaikan dan terus membaik. 

“Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” kata Audrey dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/9).

Audrey mengatakan kinerja bisnis GOTO terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II/2026, perseroan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar dan membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut. 

Pendapatan bersih GOTO tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun.

“Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun,” ujarnya.

Audrey mengatakan GOTO akan tetap fokus memperkuat kinerja bisnis yang diyakini dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai aktivitas investor belum tepat dibaca sebagai perubahan pandangan secara drastis terhadap prospek GOTO. 

“Lebih mencerminkan pengelolaan posisi dan liquidity institusi dibandingkan sinyal langsung bahwa fundamental GOTO memburuk,” kata Elandry.

Dia mengatakan investor perlu melihat GOTO dari sisi fundamental dan pergerakan saham. Dari sisi fundamental, kinerja GOTO mulai menunjukkan perbaikan. 

Perseroan mencatat laba bersih sekitar Rp 607 miliar pada semester pertama 2026 dengan adjusted EBITDA sekitar Rp 1 triliun. Namun, saham GOTO masih menghadapi tekanan sentimen pasar setelah keluar dari MSCI Global Standard serta ketidakpastian terkait perubahan mekanisme batas minimum harga saham. 

Karena itu, Elandry menyarankan investor bersikap wait and see hingga terbentuk price discovery yang lebih jelas.

“Investor dengan profil agresif bisa mulai mencermati apabila tekanan jual mereda dan terlihat akumulasi yang konsisten,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...