Jawa Tengah Targetkan KBT Tawang-Weleri-Batang Rampung dalam Dua Tahun

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Personel Brimob Polda Jawa Tengah berpatroli usai mengikuti apel gelar pasukan kesiapan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025).
Penulis: Reihan Cahya
18/9/2026, 15.08 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pembangunan Kawasan Berorientasi Transit (KBT) yang menghubungkan Stasiun Tawang Semarang, Weleri Kendal, hingga Kabupaten Batang rampung dalam dua tahun.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pengembangan kawasan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan industri sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Kalau KITB, Kawasan Industri Kendal dan Semarang berkembang maka pergerakan orang dan barang jangan sampai ada bottleneck atau sumbatan,” kata Luthfi seperti dikutip dari Antara, Kamis (17/9).

Luthfi mengatakan kajian pengembangan KBT koridor Tawang-Weleri-Batang telah dilakukan dengan dukungan Pemerintah Inggris dan Techne Praxis International. Kajian tersebut mempertimbangkan hubungan antarwilayah serta pertumbuhan ekonomi berdasarkan kawasan.

Melalui pengembangan KBT, Stasiun Tawang Semarang, Weleri Kendal, hingga Batang ditargetkan terhubung melalui integrasi transportasi untuk mendukung pergerakan orang dan barang.

Tinggal Tunggu Regulasi

Luthfi mengatakan rencana pengembangan KBT dan konektivitas Semarang-Batang masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Setelah regulasi ditetapkan, pemerintah daerah dapat melanjutkan ke penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja. Karena itu, Pemprov Jateng mendorong pemerintah pusat mempercepat penerbitan regulasi agar pengembangan kawasan segera dimulai.

“Ini harus cepat karena dua tahun ke depan kawasan industri kita sudah penuh. Tidak hanya pergerakan orang, barang atau logistik juga penuh,” ujarnya.

Pengembangan KBT juga akan diintegrasikan dengan rencana pembangunan dry port  di Batang. Menurut Luthfi, rencana tersebut telah mendapat persetujuan dan saat ini masih dalam tahap pematangan. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan dry port Batang mencapai sekitar 50 hektare.

Weleri Jadi Prioritas

Managing Director Techne Praxis International Puspita Galih Resi mengatakan studi pengembangan KBT telah dilakukan dengan dukungan hibah dari Pemerintah Inggris. Studi tersebut juga mencakup skema pengelolaan kawasan berorientasi transit.

Namun, dari koridor Tawang-Weleri-Batang, terdapat dua kawasan yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat urgensinya, yakni KBT Tawang dan KBT Weleri.

Puspita mengatakan Weleri menjadi penting karena dapat menjadi kawasan penyangga bagi pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di kawasan industri Batang.

Menurut dia, kebutuhan yang muncul dari perkembangan industri tidak seluruhnya dapat dipusatkan di Batang, termasuk kebutuhan hunian. Karena itu, wilayah di sekitar kawasan industri perlu mampu menampung kebutuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang berkembang.

“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana kota atau daerah tetangga mampu mengampu dan menampung kebutuhan-kebutuhan lainnya dari kawasan industri tersebut,” kata Puspita.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara