Konser Musik Jadi Penggerak Baru Ekonomi Jakarta
Gelaran konser dan sejumlah acara kelas dunia memberikan dampak signifikan bagi ekonomi daerah. Sektor ini pun terus didorong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan membuka kesempatan digelarnya acara-acara besar di ibukota.
Aktivitas ekonomi yang tercipta dari festival musik tidak hanya berasal dari penjualan tiket dan hiburan. Kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan sektor lain, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Pestapora dan konser The Weeknd di Jakarta pada 26-27 September 2026. Kedua festival musik tersebut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan perputaran ekonomi yang dihasilkan dari festival musik tersebut hampir Rp250 miliar. Dia menilai, hal tersebut menjadi salah satu indikator Jakarta semakin dikenal sebagai kota global.
"Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar," kata Pramono, dikutip dari Antara.
Perputaran ekonomi tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas di lokasi konser. Pengunjung juga membelanjakan uang untuk kebutuhan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, hingga aktivitas wisata dan hiburan lainnya.
Sektor perhotelan, misalnya, menikmati peningkatan permintaan seiring kedatangan penonton dari luar Jakarta.
Hal serupa terjadi pada layanan transportasi, seperti taksi dan aplikasi ride-hailing, yang melayani mobilitas penonton menuju dan dari lokasi acara.
Besarnya aktivitas ekonomi dari penyelenggaraan acara juga membuka peluang bagi Jakarta untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis acara atau event tourism.
Dikelola secara berkelanjutan, kehadiran konser dan festival terbukti menjadi pintu masuk untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan Jakarta kepada pasar internasional.
“Gelaran musik berskala internasional ini juga menunjukkan Jakarta semakin dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan berbagai pertunjukan besar,” tambah Pramono.
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth juga menilai, konser musik internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi turut membuka peluang bagi industri kreatif dan perekonomian daerah.
“Ketika sebuah konser digelar, banyak sektor yang ikut bergerak dan mendapatkan manfaat,” kata Hardiyanto, dikutip dari Antara.
Menurutnya, di balik kemegahan panggung dan antusiasme penonton, terdapat keterlibatan berbagai sektor usaha yang turut menggerakkan perekonomian.
“Kalau kegiatan musik bisa berlangsung secara berkelanjutan, tentu peluang bagi pekerja kreatif dan pelaku UMKM juga semakin terbuka,” tutur Hardiyanto.
Potensi Ekonomi Kreatif Masih Besar
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani, menilai sektor ekonomi kreatif, termasuk penyelenggaraan konser musik, masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, aktivitas ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi lebih luas apabila didukung dengan penyelenggaraan berbagai acara yang mampu menarik masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
“Ekonomi kreatif ini banyak dibicarakan, bahkan ada kementeriannya sendiri, tetapi sebenarnya jumlahnya masih relatif rendah. Padahal, sebenarnya kalau kita melihat dari potensinya, itu sangat besar,” ujar Aviliani, dikutip dari Antara.
Menurut Aviliani, pengembangan ekonomi kreatif juga perlu dilihat dalam ekosistem yang lebih luas. Penyelenggaraan konser dapat menjadi bagian dari strategi multi-event yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari perhelatan olahraga, konser musik, hingga MICE (pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran).
Dengan semakin banyaknya acara berskala nasional dan internasional, Jakarta tidak hanya berpeluang meningkatkan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan acara, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi event dan pariwisata.