Bencana Banjir di Sumatera, Bahlil Fokus Pulihkan Aliran Listrik
Sebanyak tiga provinsi di Sumatera, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Kejadian ini mulai terjadi sejak awal pekan dan mengakibatkan terputusnya aliran listrik di wilayah terdampak.
Ada delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak banjir bandang dan longsor. Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling parah. Puluhan ribu warga mengungsi, ribuan rumah hancur, serta ribuan hektare lahan pertanian rusak tersapu banjir. Hingga kini, tercatat 51 desa di 42 kecamatan terdampak, dengan banjir melumpuhkan perekonomian, merusak infrastruktur, rumah ibadah, dan sekolah.
Bencana tersebut paling parah melanda wilayah-wilayah yang berada di Ekosistem Harangan Tapanuli (Ekosistem Batang Toru), yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan kementeriannya sedang fokus memulihkan pasokan listrik di Pulau Sumatera. “Saya koordinasi terus dengan PLN dan tim. Kami kirim sebagian tiang listrik menggunakan pesawat Hercules. Subuh ini sebagian (tiang) sudah masuk (ke wilayah bencana) dan sekarang sedang proses pemasangan,” ucapnya saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (28/11).
Pemerintah saat ini juga melakukan percepatan perbaikan jalan yang terputus. Akses jalan merupakan jalur utama untuk bisa mendistribusikan listrik dan bahan bakar minyak ke titik-titik bencana. “Begitu akses jalan terputus maka distribusi BBM terganggu. Kami sedang putar otak. Insya Allah kami melakukan pemulihan secara cepat,” ujarnya.
72 Orang Meninggal Akibat Banjir Sumatera
Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan hingga Jumat (28/11), ada 72 korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana cuaca ekstrem banjir dan longsong yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menguraikan ada enam korban jiwa meninggal di Aceh akibat peristiwa tersebut. "Dan sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang," kata Muhari dalam keterangan pers pada Jumat (28/11).
Sedangkan korban meninggal di Sumut mencapai 57 jiwa dan 33 orang masih dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah 34 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 13 orang, Kabupaten Tapanuli Utara lima orang, Kabupaten Humbang Hasundutan empat orang dan Kabupaten Pakpak satu korban meninggal dunia.
Selanjutnya korban meninggal dunia di Sumbar sementara tercatat ada sembilan jiwa, dengan rincian empat korban di Kota Padang dan lima korban di Kabupaten Padang Pariaman.
"Data ini akan masih dinamis dan tim BNPB yang di lapangan yang mendampingi pemerintah daerah juga akan terus memvalidasi data ini karena situasi masih sangat dinamis," ujar Abdul Muhari.