Bencana Bukan Sekadar Alam

Bencana ekologis di Indonesia bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah cermin cara berpikir kita. Selama kita memandang alam sebagai objek yang bisu, bencana akan terus berbicara dengan caranya sendiri

Paraf di Hulu, Banjir di Hilir

Paraf adalah bentuk legitimasi kekuasaan. Di balik coretan singkat tersebut, terdapat kewenangan negara yang memberi izin, membuka ruang pembangunan, dan mengubah wajah suatu wilayah.

Siapa yang Harus Membayar Harga Bencana?

Kita tidak melihat lintasan kemiskinan setelah bencana, ketika bantuan darurat berhenti, tenda dibongkar, dan hidup harus dilanjutkan dengan tangan kosong. Siapa yang harus bertanggung jawab?