Pasokan Minyak Terganggu, Jepang Lepas Cadangan hingga 80 Juta Barel
Pemerintah Jepang akan melepas cadangan minyak hingga hampir 80 juta barel sebagai langkah darurat untuk mengatasi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Kebijakan ini diambil setelah konflik geopolitik di kawasan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu jalur distribusi energi global.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan pemerintah akan mulai memanfaatkan cadangan minyak yang dimiliki bersama negara produsen minyak yang tersimpan di Jepang pada akhir Maret. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan darurat untuk menutup kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
"Kami mulai merilis cadangan pribadi pada tanggal 16 Maret dan akan mulai merilis cadangan nasional mulai tanggal 26," kata Takaichi di media sosial dikutip Rabu (25/3).
Harga minyak global sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak 2022 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan rudal ke Iran pada 28 Februari. Situasi itu juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Pelepasan cadangan minyak swasta Jepang sudah dimulai sejak 16 Maret, sementara cadangan minyak nasional akan mulai dilepas pada 26 Maret. Selain itu, pelepasan cadangan minyak yang disimpan bersama negara produsen minyak juga dijadwalkan dimulai pada akhir Maret.
Kontribusi Jepang dalam pelepasan cadangan minyak global yang dikoordinasikan oleh International Energy Agency (IEA) diperkirakan mencapai hampir 80 juta barel, yang sebagian besar berupa minyak mentah.
Selain cadangan nasional, sekitar 13 juta barel minyak yang merupakan stok bersama di Jepang milik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait juga dapat digunakan. Dari jumlah itu, Jepang akan memanfaatkan sekitar lima hari pasokan minyak.
Pengiriman Minyak ke Jepang Hindari Selat Hormuz
Di sisi lain, pengiriman minyak menuju Jepang mulai dialihkan untuk menghindari Selat Hormuz. Dua kapal tanker minyak dari pelabuhan Yanbu di Arab Saudi dan Fujairah di Uni Emirat Arab menuju Jepang melalui rute alternatif dan diperkirakan tiba pada pekan ini hingga awal April. Satu kapal tanker lainnya dari luar Timur Tengah juga dijadwalkan tiba pada akhir April.
Namun, sejumlah perusahaan pelayaran Jepang seperti Mitsui O.S.K. Lines dan Nippon Yusen Kaisha menghentikan sementara pelayaran kapal tanker mereka di kawasan Teluk dan menunggu di area aman karena meningkatnya risiko keamanan.
Ketua Petroleum Association of Japan menyatakan bahwa pelepasan cadangan minyak dari stok pemerintah dan swasta dapat menutup kebutuhan pasokan hingga akhir April. Namun, pasokan alternatif dari Amerika Serikat atau negara lain diperkirakan baru bisa tiba di Jepang pada Juni.
Karena itu, industri minyak Jepang meminta pemerintah mempertimbangkan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis apabila gangguan pasokan berlangsung lebih lama. Hingga saat ini, pemerintah Jepang masih belum memutuskan apakah akan melakukan pelepasan cadangan minyak tahap kedua.