Pertamina Hulu Rokan Tambah Produksi Minyak 1.528 Barel per Hari dari Sumur Idle

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Pekerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 regional 1 Sumatera berjalan untuk melakukan pemeriksaan pipa gas di LPG plant limau timur di Desa Kemang Tanduk, Prabumulih, Sumatera Selatan, Selasa (7/10/2025). Produksi LPG (Liquefied Petroleum Gas) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 regional 1 Sumatera Prabumulih field hingga September 2025 mengalami kenaikan sebesar 54,75 persen dari 10,693.20 metrik ton pada September 2024 naik menjadi 16,547.43 metrik ton dengan rata-rata produksi harian sebesar 61.29 metrik
24/9/2026, 13.14 WIB

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) dari sumur infill RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan yang merupakan lapangan berstatus "idle" atau sebelumnya tidak berproduksi.

General Manager Zona Rokan PHR Andre Wijanarko dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Kamis, mengatakan berdasarkan hasil pengujian awal sumur ini juga memiliki "water cut" atau kandungan air 0 persen.

Keberhasilan tersebut, menurut dia, merupakan hasil dari sinergi berbagai aspek dalam kegiatan operasi, mulai dari kajian permukaan, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, hingga pelaksanaan di lapangan.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” kata Andre.

Secara administrasi, lanjutnya, pengeboran sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Mekanisme tersebut mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi.

Pengeboran RECO#4 berawal dari studi subsurface terbaru yang dilakukan PHR untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang telah berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian tersebut, RECO#4 dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type, yang menargetkan reservoir batupasir Pematang.

Dalam pelaksanaan pengeboran, PHR juga menerapkan teknologi "real-time geosteering" secara mandiri untuk mengendalikan dan mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir. Penerapan teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran melakukan evaluasi kondisi bawah permukaan secara real time selama operasi berlangsung, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan terhadap posisi target reservoir.

"Setelah berhasil diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk selanjutnya diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut," ujar dia.

Keberhasilan RECO#4 menjadi salah satu kontribusi nyata PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. PHR terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi dan melakukan optimalisasi kegiatan eksplorasi, pengeboran, serta pengembangan lapangan di WK Rokan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan disiplin biaya.

"Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia," kata Andre Wijanarko. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.