PT Pertamina Patra Niaga memperkuat diversifikasi pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga kesinambungan pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global.
PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat ekosistem energi berkelanjutan dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur.
Antrean pembelian BBM menyingkap karut-marut tata niaga energi, dari ketergantungan impor hingga distribusi, yang mengancam ketahanan energi dan perekonomian nasional.
Konflik Timur Tengah picu krisis minyak global dan pukul Ketahanan Energi Indonesia dengan hilangnya 25 persen sumber impor BBM, memaksa pemerintah cari pemasok baru.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri sepanjang Januari–September 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bakal mengevaluasi masalah distribusi pasokan BBM di Bali dengan PT Pertamina.
Tata kelola hulu migas di Indonesia melibatkan pemerintah sebagai regulator dan SKK Migas yang mengawasi pelaksanaan Kontrak Kerja Sama dengan kontraktor.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengakuisisi participating interest (PI) milik Eni di tiga wilayah kerja (WK) migas di Kalimantan Timur, lewat penandatanganan SPA pada bulan ini.