Jadi Menko Hilirisasi, Bahlil Sebut Gajinya Hanya Satu sebagai Menteri ESDM

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama anggota DEN Satya Widya Yudha.
Penulis: Mela Syaharani
7/10/2026, 13.19 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan penambahan jabatannya sebagai Menko tak serta merta menambah gaji nya selaku pejabat negara. Posisi Bahlil saat ini merangkap jabatan sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus menjadi Menteri ESDM.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10). Bahlil merupakan tokoh pertama yang menyandang jabatan tersebut.

“Jangan bilang karena menambah kementerian, pemborosan uang negara, itu (semua) tidak ada. Gaji menterinya juga cuma satu, gaji sebagai Menteri ESDM,” kata Bahlil dalam Investor Daily Summit 2026, di Jakarta, Rabu (7/10).

Tak hanya gaji, secara anggaran pun Bahlil menyebut belum ada alokasi khusus untuk Kementerian Koordinator yang ia pimpin. Saat ini struktur baru tersebut masih mengoptimalkan anggaran Kementerian ESDM.

“Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) nya juga hanya satu, ESDM. Ruang lingkup koordinasinya saja yang berbeda-beda,” ujarnya.

Seminggu usai dilantik, Bahlil juga menyebut hingga saat ini dirinya belum memiliki jajaran pejabat deputi untuk Kementerian Koordinator baru tersebut.

“Saya baru dilantik hari kamis menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM. Struktur Peraturan Presidennya masih pembahasan,” ucapnya.

Meski Perpres masih dalam proses pembahasan, Bahlil menyebut ada beberapa Kementerian yang berpotensi masuk dalam kewenangannya. Mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, dan juga Kementerian Perindustrian.

Kemenperin berpotensi masuk dalam cakupan Kemenkonya sebab ketika berbicara terkait hilirisasi pasti akan membahas juga terkait industrialisasi.

Urgensi Pembentukan Kemenko Baru

Bahlil sebelumnya mengungkapkan Kementerian Koordinator baru ini dibentuk Presiden Prabowo Subianto untuk merespons kondisi geopolitik global. Perang di Iran yang menyebabkan seretnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah membuat desakan transisi energi semakin kencang. 

“(Kemenko ini) penting karena kita tahu dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, konstelasi dinamika ekonomi dunia yang juga menuntut terjadinya energi bersih,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (1/10).

Menurutnya Presiden memandang penting bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program prioritas yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi sebagai komitmen dari Paris Agreement. 

“Ini tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Dia menyampaikan hingga saat ini belum ada arahan spesifik dari Presiden ataupun program prioritas dalam jabatan barunya. Tugas tersebut akan terungkap ketika nanti dirinya melakukan pertemuan dengan Prabowo. 

“Masya Allah, aku baru dilantik sayang, nanti (kalau) sudah kerja baru saya laporkan lagi ya,” ujarnya. 

Selain itu, Bahlil juga tidak mengungkapkan target-target kinerja yang ingin dia capai dalam tiga bulan kedepan. Menurutnya hal itu tidak ada sebab dia selalu bekerja dan berpikir setiap hari.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani