PT PLN Batam menyebut gangguan sistem kelistrikan di Wilayah Batam, Kepulauan Riau, telah dipulihkan pada Selasa (13/10). Pasokan listrik di area tersebut sebelumnya mengalami masalah yang menyebabkan pemadaman meluas pada Senin (12/10) pukul 06.37 WIB.
PLN menyatakan pemulihan sistem itu sebagai hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional. Mereka terus melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono menuturkan, berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Hal itu menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang,” ungkap Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima Katadata, Selasa (13/10).
Dia menyampaikan, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.
Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.
Meskipun pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan.
“Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan.
Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan. “PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ucapnya.
Dampak Pemadaman terhadap Perusahaan Air Minum
Pemadaman listrik kemarin juga menyebabkan gangguan operasional air di Batam, yakni PT Air Batam Hilir (PT ABHI), perusahaan yang berada di bawah koordinasi BP Batam. Perusahaan tersebut menyatakan, sejumlah instalasi pengolahan air minum (IPAM) di Batam terkena imbasnya.
Adapun IPAM yang terdampak meliputi IPAM Sei Ladi, IPAM Harapan Booster Ozon, IPAM Duriangkang, IPAM Muka Kuning, IPAM Nongsa, IPAM Tembesi, IPAM Piayu.
“Gangguan aliran listrik dari PLN Batam tersebut dapat memengaruhi proses pengolahan dan distribusi air minum, sehingga pelanggan di sejumlah wilayah berpotensi mengalami tekanan air mengecil, aliran air tidak mengalir atau penghentian suplai sementara,” tulis PT ABHI melalui akun Instagram resminya, dikutip pada Senin (12/10).
Perusahaan menyebut terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kondisi operasional IPAM serta perkembangan pemulihan. Pelayanan air minum akan dipulihkan secara bertahap seiring dengan normalisasi aliran listrik dari PLN Batam dan operasional IPAM.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan,” ujarnya.