Bahlil Ungkap Penyebab Blackout Batam, Kompensasi Pelanggan Dibahas
Pemadaman listrik secara besar-besaran atau blackout terjadi di Batam, Kepulauan Riau pada Senin (12/10) pagi dan berlangsung hampir 16 jam. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, gangguan jaringan listrik terjadi akibat petir hingga masuknya kalelawar ke gardu induk.
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam, ada jaringan yang bermasalah karena petir. Dan menurut mereka (PLN), ada tiga kesalahan teknis. Salah satunya, ada hewan atau terkena kelelawar,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (14/10).
Bahlil mengatakan, masih membahas persoalan ini bersama PLN. Salah satunya, kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman.
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan PLN, karena mereka yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” ujar Bahlil.
PT PLN Batam sebelumnya menyebut gangguan sistem kelistrikan di Wilayah Batam, Kepulauan Riau, telah pulih secara bertahap pada Selasa (13/10). Pasokan listrik di area tersebut sebelumnya mengalami masalah yang menyebabkan pemadaman meluas pada Senin (12/10) pukul 06.37 WIB.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono menuturkan, berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Hal itu menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Selain memulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan. Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.
Sedangkan bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan. Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.
Pemadaman listrik itu sebelumnya menyebabkan gangguan operasional air di Batam, yakni PT Air Batam Hilir (PT ABHI), perusahaan yang berada di bawah koordinasi BP Batam. Perusahaan tersebut menyatakan, sejumlah instalasi pengolahan air minum (IPAM) di Batam terkena imbasnya.
Adapun IPAM yang terdampak meliputi IPAM Sei Ladi, IPAM Harapan Booster Ozon, IPAM Duriangkang, IPAM Muka Kuning, IPAM Nongsa, IPAM Tembesi, IPAM Piayu.