Kadin Prediksi Realisasi Investasi Tidak Turun selama Pemilu 2024
Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin berpendapat Pemilu 2024 tidak akan mempengaruhi perekonomian nasional. Anggapan ini bertentangan Bank Indonesia terkait proyeksi perlambatan investasi selama Pesta Demokrasi.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Kadin Yuki Hanafi mengatakan masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi. Pemilu 2024 tidak akan menjadi katalis perlambatan investasi tahun depan. "Ada beberapa investor yang melihat kondisi Indonesia, bukan dalam konteks Pemilu saja," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/12).
Sebelumnya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Erwindo Kolopaking mengatakan investor umumnya merealisasikan investasi secara besar pada kuartal terakhir per tahun. Setelah itu, laju investasi akan melambat pada dua kuartal awal tahun. Periode ini mendekati masa pencoblosan dan satu kuartal setelah pencoblosan.
Untuk diketahui, pencoblosan Pemilu 2024 akan dilakukan pada 14 Februari 2024. Erwindo mengatakan pemilihan presiden atau Pilpres 2024 yang berlangsung dalam satu dan dua putaran akan mempengaruhi pola investasi.
Para investor biasanya lebih menahan diri, melihat bagaimana program-program pemerintahan yang baru serta anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kondisi ini pun akan membuat pola investasi terhadap pertumbuhan ekonomi agak sedikit melambat.
Senada, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan para investor masih akan menunggu dan melihat atau wait and see. Pelaku pasar masih akan menunggu kejelasan dari keseluruhan kabinet pemerintahan baru untuk menanamkan modal.
Menurut Chatib, para investor akan mulai berinvestasi setidaknya setelah Oktober 2024. “Setelah pemilu sampai dengan akhir, pemerintah nanti akan tunggu investor itu, siapa kabinetnya, kemudian siapa eselon satunya. Orang menunggu sampai kabinetnya jelas semua,” kata Chatib dalam acara Bank BTPN Economic Outlook 2024.