Harga iPhone Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Apple
Ilustrasi. iPhone 15 saat dibanderol dengan harga Rp 14,249 juta.
Penulis: Agustiyanti
20/4/2024, 19.22 WIB

Reseller resmi Apple, Digimap dan Ibox menaikan harga iPhone imbas melemahnya nilai tukar rupiah yang kini menembus 16.200 per dolar AS. Harga iPhone 15 yang sempat dibanderol Rp 13,99 juta naik Rp 250 ribu menjadi Rp 14,249 juta.

Salah seorang staf di Digimap, Sena Aryati mengatakan, harga iPhone 15 naik Rp 250 ribu sejak kemarin, Jumat (19/4). "Harga iPhone naik Rp 250 ribu untuk hampir semua jenis, informasinya karena rupiah," ujar Sena kepada Katadata.co.id, Sabtu (20/4). 

Sena menjelaskan, harga iPhone 15 sebelumnya dibanderol Rp 13,99 juta, iPhone 15 plus Rp 15,99 juta, iPhone 15 pro Rp 18,99 juta, dan iPhone 15 ProMax Rp 22,99 juta. Kenaikan harga juga terjadi pada iPhone tipe lama yang masih dijual seperti iPhone 13 dari Rp 9,99 juta menjadi Rp 10,249 juta.

"Sejauh ini hanya harga iPhone yang naik," kata dia. 

Meski demikian, menurut Sena, harga iPhone 15 untuk berbagai tipe sebenarnya sudah turun cukup jauh dibandingkan saat awal peluncuran. IPhone 15 awalnya dibanderol dengan harga Rp 16,749 juta, iPhone 15 Plus Rp 18,749 juta, iPhone 15 Pro Rp 19,249 juta, dan iPhone 15 Pro Max Rp 25,249 juta.

Harga iPhone 13 bahkan anjlok dari harga awal peluncuran yang mencapai Rp 15,449juta. 

Kenaikan harga tak hanya terjadi di Digimap, tetapi juga Ibox. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di sejumlah e-Commerce, kenaikan harga iPhone juga terjadi di saluran penjualan resmi iBox. IBox membanderol harga iPhone 15, 15 plus, 15 pro, 15 pro max, maupun iPhone 13 serupa Digimap. 

Nilai tukar rupiah melemah 412 poin dan ditutup di level 16.260 per dolar AS pekan ini usai libur panjang Lebaran. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Israel dan Iran, serta kemungkinan The Fed tidak menurunkan suku bunga. 

Rupiah melemah pada pekan ini seiring modal asing yang keluar dari pasar portofilio di dalam negeri mencapai Rp 21,46 triliun hingga Kamis (17/4).  Departemen Komunikasi Erwin Haryono menjelaskan, asing tercatat melakukan jual neto mencapai Rp 9,79 triliun di pasar SBN, Rp 3,67 triliun di pasar saham, dan Rp 8 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Sepanjang tahun 2024 berdasarkan data setelmen hingga 18 April 2024, nonresiden jual neto Rp38,66 triliun di pasar SBN, beli neto Rp15,12 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp12,90 triliun di SRBI," ujar Erwin dalam keterangan pers, akhir pekan ini.