Stok Bahan Pokok di Pasar Menipis Imbas Demo, Pedagang Mulai Batasi Penjualan

ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.
Pedagang menyortir bawang putih kupas di Pasar Barito Ternate, Maluku Utara, Rabu (30/7/2025). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Ternate mengalami penurunan harga di antaranya cabai merah turun sebesar 17,24 persen dari harga Rp75.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg, bawang merah dari harga Rp71.250 menjadi Rp62.500 per kg, bawang putih turun dari Rp66.250 per kg menjadi Rp52.500 per kilogram.
1/9/2025, 17.09 WIB

Stok bahan pokok di pasra tradisional imbas distribusi terganggung akibat aksi demo dan kerusuhan sepekan terakhir. Sebagian pedagang pasar mulai membatasi penjualan bahan pokok ke pembeli.

Pedagang sayuran di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Anto mengatakan, sejumlah komoditas dibatasi pembeliannya saat dia berbelanja di pasar tradisional. Hal itu karena stok sejumlah bahan pokok mulai menipis.

"Kacang kedelai mulai dikit dan dibatasi, kalau cabai masih banyak karena kebetulan stoknya baru datang," ujarnya kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).

Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Jengkol, Tangerang Selatan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan dia sempat kehabisan stok Senin pagi ini. Pasalnya distribusi barang yang biasanya dilakukan malam hari, kini dilakukan pagi hari sehingga barang terlambat datang.

"Kalau tadi datang nya pagi-pagi, ayamnya kosong. Sekarang sudah ada, baru sampai," katanya.

Pembatasan penjualan barang juga terjadi di sejumlah pasar di Jakarta. 

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan menyampaikan sebagian pasar di Jakarta telah membatasi penjualan untuk menjaga pasokan. Sebab, proses distribusi pangan ke pasar yang ada di Jakarta tersendat imbas demonstrasi yang dilakukan pekan lalu.

"Ya, pasar yang membatasi penjualan berada di dekat titik demonstrasi, seperti Pasar Senen. Kami sedang melakukan investigasi soal pembatasan penjualan tersebut. Namun kami memahami eskalasi demonstasai hingga adanya pejarahan membuat pedagang pasar terpaksa menutup tokonya," kata Reynaldi kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).

Reynaldi menekankan tidak semua pasar di kawasan Jakarta melakukan pembatasan penjualan. Menurutnya, beberapa pasar yang menutup atau membatasi penjualan ada di sekitar kawasan Kwitang dan Gedung DPR.

Biaya Logistik Lebih Tinggi

Sementara itu di Jakarta Selatan, sebagian pedagang di Pasar Rumput mengaku membayarkan biaya logistiknyang lebih tinggi selama sepekan terakhir akibat demonstrasi. Para pedagang menyampaikan hal tersebut disebabkan meningkatnya risiko yang ditanggung penyedia jasa logistik. 

Seorang pedagang sayur di Pasar Rumput yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan peningkatan biaya logistik  disalurkan ke harga jual. Namun dirinya menemukan volume pangan yang dikirim ke Pasar Rumput tidak berubah. 

Sementara itu, Pegawai Agen Telur "Berkah Telor", Nur Ali (35), menyampaikan tidak ada perubahan operasi dalam sepekan terakhir. Namun Ali mencatat volume penjualan pada akhir pekan lalu meningkat dibandingkan hari biasa. 

"Peningkatan penjualan kemarin memang biasa terjadi, sebab penghuni Rumah Susun Pasar Rumput umumnya berbelanja di pasar pada akhir pekan," kata Ali kepada Katadata.co.id, Senin (1/9)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief, Tia Dwitiani Komalasari