Prabowo akan Resmikan Peluncuran 25 Ribu Rumah Subsidi pada September 2025

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Foto udara kawasan perurumahan bersubsidi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan realisasi penyaluran program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 190.335 unit per 5 Agustus 2025, jumlah itu terdiri dari 40.967 unit yang masih dalam proses pembangunan dan akad jual-beli serta 149.368 unit yang kreditnya telah aktif berjalan.
4/9/2025, 16.51 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan Presiden Prabowo akan meresmikan peluncuran rumah subsidi bulan ini. Ara menyebut rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) merupakan salah satu program yang diandalkan Kementerian PKP untuk mengatasi backlog atau kekurangan perumahan sebanyak 9,9 juta unit.

“Mohon doanya bulan ini kami akan meluncurkan 25 ribu rumah subsidi yang rencananya akan diresmikan Bapak Presiden,” kata Maruarar dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (4/9).

Tidak hanya September, dia menyebut peluncuran serupa juga akan dilakukan kembali oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun ini.

“Pada Desember kami akan meluncurkan 50 ribu rumah subsidi oleh Bapak Presiden yang disiapkan oleh BP Tapera, SMF, dan para bank penyalur,” ujarnya.

Berdasarkan paparannya, tahun ini pemerintah menargetkan jumlah FLPP sebanyak 350 ribu unit. Hingga 3 September 2025, realisasi FLPP sudah mencapai 169.263 unit atau meningkat 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya berjumlah 115.065 unit.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Program FLPP merupakan kebijakan pemerintah di bidang perumahan guna meningkatkan aksesibilitas MBR terhadap kredit pembiayaan perumahan.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp57,7 triliun untuk program 3 juta rumah pada RAPBN 2026. “Investasi untuk program 3 juta rumah dari APBN itu Rp57,7 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikutip dari Antara.

Anggaran senilai Rp57,7 triliun itu ditargetkan untuk 770 ribu rumah pada tahun depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani