Incar Brasil, Mendag Targetkan Negosiasi IM-CEPA Rampung Tahun Depan

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) mencicipi ikan tuna olahan produksi dalam negeri yang hadir di ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (19/10/2025). Gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 ke-40 yang berlangsung selama lima hari itu mencatatkan nilai transaksi sebesar 22,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp376,2 triliun yaitu melampaui target awal transaksi 16,5 miliar dolar AS.
23/10/2025, 19.08 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Brasil meningkat dua kali lipat hingga 2029. Strategi yang digunakan adalah penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (IM-CEPA).

Busan menargetkan negosiasi IM-CEPA rampung pada tahun depan, karena presidensi Mercosur saat ini dipegang Brasil hingga akhir 2026.

“Mudah-mudahan negosiasi IM-CEPA selesai tahun depan karena presiden kedua negara sudah semangat untuk menyelesaikan. Potensi pertumbuhan nilai dagang dengan Brasil sangat besar, karena sebenarnya pasar yang kami incar dari IM-CEPA adalah Brasil,” ujar Busan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan antara Indonesia dan Brasil mencapai US$ 7,14 miliar pada tahun lalu. Sementara itu, nilai perdagangan Januari–Agustus 2025 tercatat US$ 4,39 miliar atau turun 4,01% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara rinci, neraca perdagangan Indonesia dengan Brasil defisit US$ 3,69 miliar pada 2024. Namun, defisit tersebut membaik 42,7% menjadi US$ 1,37 miliar pada periode Januari–Agustus 2025. Busan optimistis implementasi IM-CEPA bisa mendorong nilai perdagangan menembus US$ 14 miliar.

Busan menyebut beberapa komoditas unggulan yang berpotensi masuk pasar Mercosur, antara lain elektronik, tekstil, alas kaki, serta otomotif sebagai komoditas baru.

Proses perundingan IM-CEPA sendiri telah dimulai sejak 2021, meski negosiasi resmi pertama baru dilakukan pada Juni 2025. “Pertemuan kedua baru dilakukan kemarin, 25 September 2025. Karena IM-CEPA sudah diumumkan presiden kedua negara, proses negosiasi harusnya berjalan cepat. Kami belum tahu kapan rampung, tapi prosesnya akan berjalan cepat,” kata Busan.

Perluasan Pasar Non-Tradisional

Pemerintah menargetkan Amerika Latin sebagai salah satu pasar baru pada tahun depan. Saat ini, Indonesia baru memiliki perjanjian dagang dengan Peru (2025) dan Chili (2017).

Beberapa negara anggota Mercosur telah menjajaki perjanjian dagang bilateral. Busan menyebut waktu penyelesaian CEPA tercepat sebelumnya adalah 14 bulan dengan Peru, meski pasar Peru jauh lebih kecil dibanding Mercosur.

“Wakil Menteri Perdagangan Uruguay telah mengajak dimulainya perjanjian bilateral jika waktu negosiasi IM-CEPA panjang. Nasib perundingan kini ada di tangan Brasil,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief