Pendaftar Magang Nasional Membludak, tapi 25 Ribu Lowongan Tidak Terisi

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/bar
Ribuan peserta magang mengikuti acara pelepasan peserta program magang ke Jepang di Denpasar, Bali, Kamis (13/11/2025).
26/11/2025, 12.53 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mencatat program Magang Nasional gelombang kedua tercatat diikuti oleh 62.128 peserta. Namun, sebanyak 29% lowongan magang atau sekitar 25.000 kursi tidak mendapatkan peminat dalam gelombang kedua walaupun jumlah pendaftar mencapai sekitar 188.000 orang.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan tingginya minat peserta terutama terpusat pada perusahaan pelat merah dan posisi administrasi. Untuk satu lowongan di BUMN, jumlah pendaftar bisa menembus 200 hingga 1.000 orang. Namun, pada saat yang sama, banyak lowongan lain yang sepi peminat.

“Minat peserta masih terfokus pada perusahaan besar dan beberapa jenis jabatan. Karena itu saya menyarankan peserta untuk melihat peluang di lowongan dengan tingkat penerimaan lebih tinggi,” ujar Yassierli di kantornya, Rabu (26/11).

Kemenaker mendata total pemberi lowongan pada gelombang kedua diikuti oleh 4.669 perusahaan swasta dan 2.500 unit kerja dalam 47 kementerian dan lembaga pemerintahan. Namun, Yassierli mensinyalir persebaran peserta juga belum merata secara geografis. Sebagian besar peserta berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengatakan sebagian posisi magang tidak terisi karena kualifikasinya dinilai terlalu tinggi atau berada di lokasi yang jauh dari domisili peserta. Beberapa posisi bahkan tidak mendapatkan pelamar sama sekali.

“Contohnya asisten apoteker dan asisten dokter. Lowongan itu tidak ada peminatnya mungkin karena kualifikasinya terlalu tinggi atau sudah terserap di lapangan kerja,” kata Anwar.

Di sisi lain, sejumlah lembaga dan perusahaan kebanjiran peminat, seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, PT Pertamina, PT Panasonic Gobel Group, PT Huawei Tech Investment, dan seluruh bank milik negara.

Secara total, lebih dari 4.600 perusahaan swasta serta 2.500 unit kerja di 47 kementerian dan lembaga ikut membuka lowongan pada gelombang kedua ini.

Evaluasi Magang Nasional

Seperti diketahui, program Magang Nasional gelombang pertama diikuti oleh 14.913 orang dan mulai bekerja pada 20 Oktober 2025. Setiap peserta akan mendapatkan uang saku setara upah minimum kabupaten/kota tempat perusahaan beroperasi setiap bulannya.

Namun Anwar menyampaikan belum semua peserta Magang Nasional gelombang pertama mendapatkan uang saku setelah sebulan bekerja. Sebab, belum semua mentor yang mengawasi program Magang Nasional di setiap perusahaan memberikan persetujuan terhadap laporan kegiatan peserta.

"Uang saku belum ditransfer semua karena masalah administrasi saja. Mudah-mudahan hari ini semua uang saku selesai ditransfer ke peserta gelombang pertama," katanya.

Anwar mengklaim belum ada perusahaan yang menyampaikan komplain terhadap peserta Magang Nasional gelombang pertama. Akan tetapi, Anwar menemukan beberapa peserta Magang Nasional gelombang pertama mengonfirmasi stigma terkait generasi Z di dunia kerja.

Anwar menyampaikan beberapa peserta Magang Nasional gelombang pertama menghilang pada awal program dimulai. Menurutnya, generasi Z memiliki persepsi terkait dunia kerja yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

"Generasi Z memiliki banyak kemampuan yang lebih tinggi di bidang teknologi, namun cara pandang mereka terhadap pekerjaan berbeda dengan generasi sebelumnya. Itu yang membuat mereka kadang tidak betah di dunia kerja," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief