Investasi UEA ke Indonesia Rp 233 Triliun, Perdagangan Naik 20%

Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi, Rabu (9/4).
Penulis: Kamila Meilina
28/11/2025, 06.30 WIB

Investasi dari Uni Emirat Arab atau UEA ke Indonesia lebih dari US$ 14 miliar atau Rp 233 triliun (kurs Rp 16.641 per US$). Volume perdagangan kedua negara juga naik 20% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi US$ 5,5 miliar atau Rp 91,53 triliun.

Selain itu, kerja sama di bidang pembangunan antara UEA dan Indonesia US$ 260 juta.

“Hubungan ini terus berkembang pesat di berbagai bidang politik, ekonomi, perdagangan, dan pembangunan,” ujar Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri dalam peringatan Hari Nasional UEA ke-54 di Jakarta, Kamis (27/11) malam.

Ia mengatakan UEA berada dalam fase akselerasi pembangunan nasional, yang ditopang inovasi dan teknologi. “UEA telah mencapai kemajuan luar biasa mulai dari ekonomi berbasis pengetahuan, eksplorasi ruang angkasa, energi bersih, kecerdasan buatan, dan teknologi canggih,” kata Al Dhaheri.

Pada semester pertama 2025, perdagangan luar negeri nonmigas UEA tumbuh 24%. Hal ini didorong oleh kebijakan diversifikasi ekonomi dan penguatan kemitraan global.

UEA juga mencatatkan posisi sebagai negara dengan jumlah proyek investasi asing langsung baru terbesar kedua di dunia, dengan total aset negara US$ 2,49 triliun. Di bidang teknologi, UEA meluncurkan model AI berbahasa Arab pertama dalam seri ‘Falcon’ dan meresmikan kompleks AI berkapasitas 5 gigawatt yang bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Menurut Al Dhaheri, kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia terus berkembang di berbagai sektor, termasuk energi, pembangunan, dan teknologi. 

Ia menyebut kedua negara tengah mempersiapkan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik pada 2026 sebagai momentum memperkuat kemitraan strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan UEA tetap menjadi mitra dagang dan investasi utama Indonesia di kawasan Timur Tengah. 

UEA juga menjadi salah satu pasar terbesar minyak sawit Indonesia. Di sektor energi terbarukan, kerja sama kedua negara mencakup proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang dikembangkan Masdar bersama PLN dan resmi beroperasi sejak November 2023. “Indonesia mempertimbangkan perpanjangan proyek ini untuk perluasan kapasitas,” ujar Airlangga.

Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia–UEA sejak September 2023 diharapkan mendorong ekspor Indonesia hingga US$ 4,2 miliar pada 2030.

Selain itu, kedua negara menggelar pertemuan pertama Komisi Bersama di Abu Dhabi pada November untuk meninjau kemajuan dan membuka peluang kerja sama tambahan di perdagangan, investasi, industri pertahanan, hingga energi bersih.

Airlangga mengatakan kedua negara tengah menyiapkan proyek-proyek yang dapat diresmikan bersama pada 2026. “Tahun depan hubungan diplomatik kita akan genap 50 tahun, dan kita perlu menyiapkan proyek strategis sebagai bagian dari peringatan tersebut,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, UEA disebut memainkan peran penting sebagai mitra dialog sektoral ASEAN dan aktif dalam isu global seperti toleransi beragama, perubahan iklim, dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina