Investasi di Sektor Ekonomi Kreatif Capai Rp 183 Triliun

Katadata/Desy Setyowati
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifki Harsya
Penulis: Kamila Meilina
27/3/2026, 18.08 WIB

Investasi yang masuk ke sektor ekonomi kreatif mencapai Rp 183,01 triliun tahun lalu. Angkanya melampaui target yang ditetapkan Rp 123,9 triliun - Rp 136,3 triliun, yakni 134%.

"Angkanya 9,48% dari total realisasi investasi nasional. Ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif semakin menarik investor, termasuk investor asing," kata Menteri Ekonomi Kreatif atau Ekraf Teuku Riefky Harsya saat berkunjung ke kantor Katadata di kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (27/3).

Sebanyak 59,88% atau Rp 109,6 triliun di antaranya merupakan Penanam Modal Asing (PMA). Sisanya 40,12% atau Rp 73,42 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Minat investor asing juga dinilai meningkat karena melihat potensi besar industri kreatif Indonesia yang didorong oleh populasi muda dan perkembangan ekonomi digital,” katanya.

Investasi paling banyak berasal dari Singapura yakni Rp 38 triliun, Hong Kong Rp 17,47 triliun, Korea Selatan Rp 10,36 triliun, Amerika Serikat Rp 9,2 triliun, dan Cina Rp 6,36 triliun.

Dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, investasi paling banyak masuk ke subsektor aplikasi dan pengembangan digital. Rinciannya sebagai berikut:

  • Aplikasi: Rp 54,18 triliun 
  • Kriya: Rp 35,47 triliun 
  • Fesyen: Rp 34,15 trliun 
  • Kuliner: Rp 29,57 triliun 
  • Periklanan: Rp 6,64 triliun

Menurut Teuku, dominasi investasi ke subsektor aplikasi menunjukkan bahwa ekonomi kreatif Indonesia semakin bergeser ke arah ekonomi digital, termasuk pengembangan perangkat lunak alias software, gim, animasi, dan berbagai platform digital lainnya.

Sementara itu, sektor kriya dan fesyen tetap menjadi subsektor unggulan karena memiliki pasar ekspor yang kuat dan menyerap banyak tenaga kerja.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina