Pemkot: Flyover di Perlintasan Bekasi Mendesak, Kekurangan Dana Rp 230 Miliar
Pemerintah Kota Bekasi menilai pembangunan flyover di perlintasan sebidang wilayah Bekasi menjadi kebutuhan mendesak menyusul tingginya volume kendaraan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
Dorongan percepatan pembangunan flyover menguat setelah kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka, sehingga memicu perhatian pemerintah pusat terhadap keselamatan transportasi di kawasan Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan rencana pembangunan flyover sebenarnya telah diinisiasi sejak lama. Namun, pengerjaan secara konkret baru mulai didorong pada 2025.
“Konsep untuk membangun flyover-nya sudah lama. Dari volume kendaraan yang melintas, secara teknis memang sudah seharusnya flyover,” ujar Tri Adhianto ditemui di stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, keberadaan flyover nantinya akan menjadi solusi untuk menutup dua perlintasan sebidang sekaligus, yakni di kawasan Ampera dan Bulakapal, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih aman dan lancar.
Menurut dia, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran Rp50 miliar pada 2025 untuk pembebasan lahan. Kemudian pada 2026, pemerintah kembali menambah Rp56 miliar sehingga total dana yang telah disiapkan mencapai Rp106 miliar.
Namun, dari APBD Provinsi Jawa Barat, alokasi anggaran yang baru tersedia tahun ini disebut hanya Rp20 miliar. Sementara total kebutuhan proyek diperkirakan mencapai Rp250 miliar.
“Berarti ada kemungkinan kekurangan Rp230 miliar,” kata Tri.
Ia menyebut dukungan pemerintah pusat kini diharapkan dapat mempercepat pembangunan flyover tersebut. Bahkan, proyek itu ditargetkan dapat rampung dalam enam bulan ke depan.
“Dengan percepatan ini mudah-mudahan enam bulan ke depan flyover sudah selesai, perjalanan kereta api lebih lancar, lebih aman, dan masyarakat juga lebih tenang,” ujarnya.
Selain pembangunan flyover, Pemkot Bekasi juga menyiapkan langkah jangka pendek berupa penjagaan manual di pintu perlintasan sambil menunggu proyek konstruksi dimulai.
Tri mengatakan pihaknya siap menempatkan personel daerah jika diberi kewenangan untuk membantu pengamanan di lokasi perlintasan tidak resmi.
“Untuk sementara dijaga palang pintunya walaupun manual. Kalau memungkinkan kita kerja sama, sambil menunggu flyover,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto pun menjanjikan pembangunan jalan layang di sejumlah perlintasan kereta api di Bekasi usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Menurut dia, pembangunan flyover menjadi solusi mendesak mengingat kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.
“Karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak. Jadi saya sudah menyetujui agar segera dibangun flyover,” ujar Prabowo seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Sementara seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Bekasi.