KEK Industropolis Batang Raup Investasi Korea Selatan Rp 429 Miliar

KEK Industropolis Batang
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menerima investasi baru dari perusahaan Korea Selatan, PT Simone Batang senilai Rp 429 miliar. Perusahaan akan membangun basis manufaktur produk kulit yang berorientasi ekspor.
Penulis: Kamila Meilina
8/5/2026, 15.01 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menarik investasi asing langsung (foreign direct investment atau FDI) dari Korea Selatan melalui PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk berbahan kulit yang berorientasi ekspor.

Komitmen investasi itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) antara Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik.

PT Simone Batang Indonesia akan menanamkan investasi sebesar Rp 429 miliar untuk membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare di kawasan KEK Industropolis Batang.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati mengatakan, investasi itu diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Batang sebagai pusat industri padat karya berbasis ekspor.

“Memperkuat posisi Kabupaten Batang sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor di Indonesia,” kata Indri dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan dengan target penyelesaian konstruksi pada Juli 2026. Adapun operasional produksi direncanakan berjalan secara bertahap mulai Juli 2027.

Menurut dia, masuknya PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia, khususnya KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang dinilai memiliki daya saing untuk mendukung rantai pasok global.

“Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” ujarnya.

Indri menjelaskan, investasi baru tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor manufaktur nasional di tengah persaingan global untuk menarik relokasi industri dan ekspansi perusahaan internasional.

PT Simone Kuasai 10% Pasar Produk Kulit Dunia

Ia menambahkan, PT Simone merupakan perusahaan manufaktur global yang berdiri sejak 1987 dan telah memiliki fasilitas produksi di sejumlah negara seperti Vietnam dan Kamboja.

Secara global, perusahaan tersebut menguasai sekitar 10% pangsa pasar dunia dan 30% pasar Amerika Serikat, dengan nilai retail mencapai lebih dari US$7 miliar (Rp 121,65 triliun).

Sementara itu, Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan di kawasan Asia.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” kata Kim.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina