Pemerintah Benahi Jalur KRL Rangkasbitung, Kereta Bisa Lebih Sering Melintas

Mela Syaharani
27 Juni 2026, 06:00
Penumpang berjalan menuju peron di Stasiun Rangkasbitung Ultimate, Lebak, Banten, Rabu (18/6/2025). Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta mencatat progres pengerjaan pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate yang dapat menampung sebanyak 85.000 pen
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Penumpang berjalan menuju peron di Stasiun Rangkasbitung Ultimate, Lebak, Banten, Rabu (18/6/2025). Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta mencatat progres pengerjaan pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate yang dapat menampung sebanyak 85.000 penumpang per hari tersebut telah mencapai 84,71 persen dan diperkirakan akan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perhubungan akan segera memulai proses peningkatan kapasitas elektrifikasi KRL jalur Tanahabang-Rangkasbitung atau greenline. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan rencana ini masuk dalam daftar prioritas PT KAI agar masyarakat bisa terlayani dengan baik.

Saat ini jarak kedatangan antar rangkaian KRL di jalur ini masih terlalu lama jika dibandingkan jalur lainnya. Padahal jumlah penumpang greenline terus bertambah setiap tahun.

“Saya berharap bisa cepat (dimulai) dan mudah-mudahan bisa selesai pada 2027,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Peningkatan elektrifikasi ini akan dimulai dengan mengganti gardu listrik menjadi yang baru, di sepanjang jalur Tanahabang-Rangkasbitung atau sekitar 70 kilometer. Pemerintah berencana memulai proses ini pada bulan depan.

Selain itu, dalam peningkatan ini juga dimungkinkan penggantian gerbong KRL menjadi lebih panjang, lebar, seperti rangkaian yang ada di Bekasi.

“Peningkatan elektrifikasinya kemudian bisa menambah kapasitas angkut menjadi 12 gerbong, mungkin juga mengganti kereta menjadi yang lebih besar lagi sehingga bisa menambah kapasitas,” ujarnya.

Dudy menyebut rencana elektrifikasi ini tidak mungkin rampung tahun ini, sebab banyak proses dan dinamika yang harus dilakukan. Kendati demikian dia paham bahwa masyarakat menginginkan peningkatan ini bisa selesai sesegera mungkin agar memenuhi harapan penumpang.

Okupansi capai 161%

PT KAI akan meningkatkan kapasitas lintas kereta rel listrik (KRL) Tanah Abang-Rangkasbitung. Hal itu karena kereta rute tersebut memiliki tingkat okupansi tinggi yaitu sebesar 161%. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyiddin pihknya akan menambah rangkaian kereta yang lebih panjang untuk mengatasi kepadatan tersebut. Namun, pengoperasian rangkaian 12 kereta atau SF12 masih terkendala keterbatasan pasokan daya listrik. 

"Jalur Rangkasbitung saat ini hanya memiliki daya sekitar 3.000, sedangkan Bogor dan Bekasi masing-masing sekitar 4.000. Kami sudah berkali-kali mencoba melakukan rekayasa operasi, namun tetap belum memungkinkan menjalankan rangkaian SF12," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/6).

Karena itu, perseroan akan meningkatkan kapasitas listrik aliran atas (LAA) dengan membangun 11 gardu traksi baru. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat agar daya listrik mencukupi untuk pengoperasian rangkaian yang lebih panjang. 

Selain peningkatan daya, KAI juga akan memodernisasi sistem persinyalan di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Saat ini lintasan tersebut masih menggunakan sistem blok tertutup yang menyebabkan jarak waktu antar kereta (headway) berada di kisaran 10 menit.

Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintasan diharapkan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...