MRT Jakarta Targetkan Rute Bundaran HI - Monas Mulai Beroperasi pada Akhir 2027

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye
Penumpang turun dari transportasi umum Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). PT MRT Jakarta menargetkan masyarakat bisa menggunakan layanan MRT dari Bundaran HI hingga Monas pada akhir 2027.
Penulis: Kamila Meilina
3/6/2026, 19.12 WIB

PT MRT Jakarta (Perseorda) menargetkan perpanjangan layanan MRT fase 2A rute Bundaran HI-Monas beroperasi pada akhir 2027.  Target ini merupakan bagian dari pengembangan proyek fase 2A. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan perusahaan telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoperasikan jalur secara bertahap agar dapat lebih cepat dimanfaatkan masyarakat. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan jalur utara-selatan yang saat ini dijadwalkan beroperasi penuh hingga Kota pada 2029.

"Pengoperasian fase 2A Bundaran HI-Kota itu terjadwal pada 2029. MRT punya inisiatif mengajukan kepada Pemprov DKI melalui Pak Gubernur untuk melakukan upaya percepatan secara bertahap supaya bisa dinikmati oleh publik lebih dulu, yaitu Bundaran HI sampai Monas," ujar Tuhiyat dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Menurut dia, uji coba operasional ruas Bundaran HI-Monas direncanakan dimulai pada pertengahan 2027 atau sekitar bulan Juli. Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat mulai menggunakan layanan tersebut pada akhir tahun yang sama.

"Itu akan dilaksanakan pertengahan tahun depan uji cobanya. Mungkin untuk publik akan bisa dinikmati akhir 2027," katanya.

Sementara itu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina menyampaikan progres pembangunan paket pekerjaan sipil CP201 yang mencakup jalur Bundaran HI-Monas telah mencapai 92,88%.

Capaian itu dinilai mendukung target operasional ruas Bundaran HI-Monas pada 2027. Menurut Weni, sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah rampung dan bentuk fisik stasiun maupun infrastruktur pendukung sudah mulai terlihat di lapangan.

"Untuk capaian CP201 paket dari arah Bundaran HI ke Monas, paket pekerjaan sipil ini sudah mencapai angka 92,88%. Seperti yang disampaikan Pak Dirut, insyaallah kita siap mengoperasikan sampai dengan Monas pada 2027," ujarnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang saat ini berlangsung sebagian besar berada di area permukaan. Di kawasan Jalan MH Thamrin, MRT Jakarta tengah menyelesaikan pekerjaan pemulihan atau reinstatement trotoar yang masih ditandai dengan pagar proyek di sejumlah titik.

Selain itu, pemasangan sistem cooling tower juga sedang dilakukan di area dekat Hotel Sari Pacific. Sementara di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di samping kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, pekerjaan reinstatement trotoar juga masih berlangsung.

Di sisi lain, pembangunan Stasiun Monas telah memasuki tahap yang semakin terlihat. Salah satu elemen yang mulai tampak adalah struktur skylight yang menjadi bagian dari area pintu masuk stasiun.

"Di sisi Monas sendiri, bagian entrance sudah terlihat pekerjaan skylight atau bagian dari pintu masuk stasiun. Ini merupakan stasiun yang ikonik karena akan menghadap langsung ke Tugu Monas dan berada di dalam kawasan Taman Monas," kata Weni.

Sebagai informasi, MRT Jakarta fase 2A membentang dari Bundaran HI hingga Kota dan menjadi bagian dari pengembangan koridor utara-selatan MRT Jakarta. Ruas ini akan menambah konektivitas transportasi massal di pusat ibu kota sekaligus memperluas jangkauan layanan MRT ke kawasan bersejarah dan pusat aktivitas ekonomi Jakarta.

Pada pekerjaan konstruksi sipil, paket Contract Package (CP) 201 yang mencakup ruas Bundaran HI hingga Monas menjadi segmen dengan progres tertinggi, yakni mencapai 92,88%. Capaian ini mendukung rencana MRT Jakarta untuk mengoperasikan layanan Bundaran HI-Monas secara bertahap pada akhir 2027.

Sementara itu, paket CP202 yang mencakup ruas Harmoni hingga Mangga Besar telah mencapai progres 65,61%. Adapun paket CP203 yang meliputi ruas Glodok hingga Kota mencatat progres sebesar 85,04%.

Selain pekerjaan sipil, MRT Jakarta juga melanjutkan pembangunan sistem perkeretaapian melalui paket CP205 atau Railway System and Track Work. Hingga Mei 2026, progres paket ini telah mencapai 47,80%. 

Pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pengecoran second track bed sepanjang 1.313 meter jalur, pembangunan sistem transmisi listrik tegangan tinggi (SKTT) 150 kV, serta pekerjaan Flash Butt Welding yang telah mencapai 127 dari total 561 sambungan rel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina