Harga Pertamax Naik, Sektor Logistik Waspadai Tekanan di Pengiriman Dalam Kota
Pelaku industri logistik memproyeksikan kenaikan harga Pertamax bisa berpotensi menekan layanan pengiriman dalam kota alias last mile delivery hingga 30%, apabila ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi semakin terbatas.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, mengatakan ada potensi dampak tidak langsung yang tetap perlu diwaspadai pelaku industri logistik.
"BBM masih menjadi komponen biaya yang sangat besar potensinya sebagai pemicu inflasi dan kenaikan biaya logistik,” kata Trismawan kepada Katadata.co.id, Kamis (11/6).
Harga Pertamax belum memberikan dampak langsung terhadap kegiatan logistik utama, karena sebagian besar armada logistik darat saat ini masih menggunakan solar untuk kendaraan bermesin diesel dan BBM subsidi Pertalite untuk kendaraan operasional berbahan bakar bensin.
Namun, kekhawatiran peralihan pengguna ke BBM subsidi serta adanya pembatasan pembelian Pertalite dan Solar yang diterapkan di sejumlah daerah dinilai membuat konsumen semakin bergantung pada BBM nonsubsidi.
"Pergerakan orang maupun karyawan industri dan logistik banyak juga yang bergantung pada Pertamax untuk kendaraan pribadi mereka, apalagi sejak ada pembatasan pembelian Pertalite maupun Solar," katanya.
Trismawan menambahkan, ketersediaan Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU juga semakin terbatas. Kalaupun tersedia, pembeliannya sering kali dibatasi untuk berbagai jenis kendaraan.
Dalam kondisi itu, sektor logistik paling rentan terdampak adalah layanan last mile, yakni pengantaran barang dari pusat distribusi ke konsumen akhir di dalam kota. Segmen ini banyak menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan bensin yang selama ini mengandalkan Pertalite.
"Kenaikan harga Pertamax tidak berdampak langsung terhadap kegiatan logistik first mile dan middle mile karena masih dominan menggunakan Solar," ujarnya.
“Tapi logistik last mile seperti kurir dan ekspedisi barang dalam kota akan sangat terdampak jika Pertalite dibatasi dan harus menggunakan Pertamax sebagai gantinya,” ujar Trismawan.
Biaya Layanan Bisa Naik 30%
Trismawan memperkirakan biaya layanan transportasi last mile dapat meningkat cukup signifikan apabila operator terpaksa beralih dari Pertalite ke Pertamax.
"Kenaikan biaya layanan transportasi last mile bisa mencapai 20-30% dari sebelumnya jika harus menyesuaikan harga dengan Pertamax dan Pertalite sulit tersedia," kata Trismawan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang di kawasan perkotaan dan pada akhirnya turut menambah tekanan terhadap harga barang dan jasa yang diterima konsumen. Selain itu, pelaku usaha ekspedisi dan kurir juga akan menghadapi tantangan untuk menjaga tarif tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya operasional.