Basarnas: Pengangkatan Bangkai Kapal Virgo Transport 8 Baru Bisa Tiga Bulan Lagi
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan pengangkatan bangkai kapal (salvage) Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Paling cepat tiga bulan,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (24/9).
Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik.
Dia menyebut Basarnas telah melakukan komunikasi dan persiapan dengan pihak terkait mengenai pengangkatan bangkai kapal. Jika mengacu pada hukum internasional, sebelum dilakukan salvage maka perlu dilakukan pengurasan tangki bahan bakar kapal.
“Oil fuel harus dikuras dahulu (kalau tidak) akan mencemari laut,” ujarnya.
Meski tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, Basarnas menyebut akan terus melakukan operasi penyelamatan selama masih memungkinkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban.
Tak hanya salvage, dalam kesempatan tersebut Syafii juga turut merincikan perkembangan terkini jumlah korban yang bisa ditemukan oleh Basarnas. Hingga pukul 12.00 siang ini sebanyak 143 orang penumpang telah dievakuasi.
Dari jumlah tersebut 108 orang selamat, 36 penumpang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam pencarian.
“(Jadi) masih dalam pencarian ada 99 penumpang sesuai dengan daftar manifest yang kami dapat,” ucapnya.
Syafii mengatakan hingga saat ini sebanyak 1.256 orang personel telah dikerahkan untuk mengatasi kecelakaan tersebut. Total ada 17 kapal yang terlibat dalam operasi ini.
Evakuasi juga melibatkan 2 pesawat helikopter Basarnas, 1 helikopter dari TNI Angkatan Laut, 1 pesawat Boeing dari TNI Angkatan Udara dari Makassar, dan juga 1 pesawat helikopter dari Kepolisian.
Pencarian Korban di Pesisir
Basarnas menggelar operasi SAR di wilayah pesisir Kalteng dan sekitarnya guna memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8. Hal ini dilakukan dengan mengerahkan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Kantor SAR Palangka Raya.
Sejak ditemukannya tiga korban meninggal dunia di Perairan Seruyan, Kalteng, Basarnas memperkuat pencarian di area itu. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut jarak lokasi ditemukannya tiga korban meninggal di Perairan Seruyan dari lokasi kapal tenggelam di Laut Jawa, diperkirakan mencapai 145 hingga 150 mil laut.
“Sejak hari pertama hingga ketujuh operasi SAR, area di situ masuk area pencarian. Namun kondisi gelombang yang cukup tinggi membuat kapal-kapal pencari mengalami keterbatasan jarak pandang untuk mengamati benda atau korban di permukaan perairan,” ujarnya dikutip dari Antara.
Kondisi tersebut, memungkinkan keberadaan korban atau benda yang dicari tidak terlihat secara seksama meskipun wilayah Perairan Seruyan telah masuk dalam cakupan pencarian yang dilakukan unsur SAR.
“Karena memang masih ada ruang-ruang atau daerah-daerah yang sepertinya tidak ter-cover, karena memang keterbatasan jarak pandang dan lain-lain,” ujar Putu.