Jejak Ekspansi Danantara ke Industri Unggas, Proyek di Malang Rampung 2027

ANTARA FOTO/Anis Efizudin/bar
Pekerja mengumpulkan telur di peternakan ayam petelur Desa Mento, Candiroto Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). Pihak Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) menyampaikan saat ini harga telur turun drastis hingga Rp17.000 - Rp18.000 per kilogram jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram di tingkat peternak yang disebabkan melemahnya daya beli masyarakat serta tingginya produksi telur yang tidak seimbang dengan permintaan pasar.
5/11/2026, 12.10 WIB

 BP BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menargetkan pembangunan proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Malang, Jawa Timur, selesai pada Mei 2027. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun industri unggas terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi modern.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan fasilitas peternakan yang dikembangkan akan mengutamakan penggunaan teknologi dan standar operasional dan kualitas yang tinggi.  Ia mengatakan pengembangan fasilitas ini mencakup integrasi bisnis, penerapan teknologi modern, pemeliharaan kebersihan, hingga pengelolaan secara profesional.

“Nanti saya mau lihat. Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata,” ujar Dony dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/11). 

Tak hanya itu, seiring dengan investasi Danantara ke industri unggas, Dony menegaskan keputusan investasi harus memperhatikan potensi imbal hasil atau return on investment yang dapat dihasilkan. Setiap investasi harus memiliki prospek bisnis yang jelas, kata Dony,  dan diharapkan bisa menjadik perusahaan sebagai pemain unggul di industrinya.

“Selama return on investment-nya bagus, kita mau invest. Jadi tetap dipastikan, masuk dalam satu industri itu harus jadi pemenang,” ujar Dony.

Lebih lanjut, Dony juga mengatakan setiap pengembangan bisnis di daerah harus mampu menjadi acuan atau benchmark bagi seluruh industri di Indonesia. Karena itu, kualitas manajemen menjadi perhatian utama. Pemilihan lokasi dan pelaksanaan investasi juga harus dilakukan secara objektif, profesional, serta bebas dari konflik kepentingan.

“Makanya, apa yang kita lakukan sekarang, kita betul-betul sangat concern terhadap kualitas manajemen,” ujar Dony.

Sebelumnya, pemerintah melalui Danantara menggelontorkan investasi Rp 20 triliun untuk memperkuat sektor peternakan unggas nasional di 13 provinsi. Dana invetasi ini sejalan dengan proyek hilirisasi integrated poultry industry atau industri unggas terintegrasi yang akan dibangun di lima lokasi.

CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, proyek industri unggas masuk dalam enam proyek hilirisisasi yang mulai dibangun pemerintah pada Februari 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila