Koronologi Jatuhnya Pesawat Air India, Lebih dari 200 Orang Tewas
Lebih dari 200 orang meninggal dunia dalam insiden jatuhnya sebuah pesawat Air India yang menuju London. Pesawat yang mengangkut 242 orang ini jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari kota Ahmedabad di bagian barat pada Kamis (12/6).
Mengutip Reuters, pesawat itu jatuh di daerah permukiman dan menabrak asrama perguruan tinggi kedokteran di luar bandara saat jam makan siang. Pesawat saat itu menuju Bandara Gatwick, di selatan ibu kota Inggris.
Kepala polisi kota G.S. Malik mengatakan, 204 jenazah telah ditemukan dari lokasi kecelakaan. Tidak ada laporan tentang korban selamat yang ditemukan. Surat kabar Indian Express yang mengutip keterangan polisi bahkan telah memberitakan, bahwa semua orang yang berada di dalam pesawat telah tewas.
Malik mengatakan, jenazah yang ditemukan dapat mencakup penumpang dan orang yang tewas di darat.
Sekretaris kesehatan negara bagian Dhananjay Dwivedi menyebut, keluarga telah diminta untuk memberikan sampel DNA untuk mengidentifikasi korban tewas.
Seorang perwira polisi senior menjelaskan kepada wartawa bahwa bangunan tempat pesawat itu jatuh adalah asrama dokter. Saat ini, mereka telah membersihkan hampir 70% hingga 80% area tersebut dan segera membersihkan sisanya.
Bagian-bagian badan pesawat berserakan di sekitar gedung tempat pesawat itu jatuh, foto-foto dan video dari area tersebut menunjukkan ekor pesawat tersangkut di atas gedung.
Saluran TV CNN News-18 India mengatakan pesawat itu jatuh di atas ruang makan asrama B.J. Medical College yang dikelola negara, menewaskan banyak mahasiswa kedokteran juga.
Sumber Reuters mengatakan, para penumpang pesawat terdiri dari 217 orang dewasa, 11 anak-anak dan dua bayi. Menurut data Air India, sebanyak 169 adalah warga negara India, 53 adalah warga negara Inggris, tujuh warga negara Portugis, dan satu warga negara Kanada.
Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mengatakan, pesawat itu adalah Boeing 787-8 Dreamliner, salah satu pesawat penumpang paling modern yang beroperasi. Ini adalah kecelakaan pertama Dreamliner, yang mulai terbang secara komersial pada tahun 2011, menurut basis data Aviation Safety Network.
Pesawat yang jatuh pada hari Kamis itu terbang pertama kali pada tahun 2013 dan dikirim ke Air India pada bulan Januari 2014, kata Flightradar24.
"Saat ini, kami sedang memastikan detailnya dan akan membagikan informasi terbaru lebih lanjut," kata Air India di X.
Kronologi Pesawat Air India Jatuh
Berdasarkan laporan televisi lokal, kecelakaan ini terjadi tepat setelah pesawat lepas landas. Salah satu saluran TV menunjukkan, pesawat lepas landas di atas area permukiman dan kemudian menghilang dari layar sebelum semburan api besar terlihat membubung ke langit dari balik rumah-rumah.
Tampilan visual juga menunjukkan puing-puing terbakar, dengan asap hitam tebal membubung ke langit di dekat bandara.
Mereka juga menunjukkan orang-orang dipindahkan dengan tandu dan dibawa pergi dengan ambulans. "Kakak ipar saya akan pergi ke London. Dalam waktu satu jam, saya mendapat kabar bahwa pesawat itu jatuh," kata Poonam Patel, seorang kerabat salah satu penumpang, kepada kantor berita ANI di rumah sakit pemerintah di Ahmedabad.
Ramila, ibu dari seorang mahasiswa di perguruan tinggi kedokteran, mengatakan kepada ANI bahwa putranya pergi ke asrama untuk istirahat makan siang ketika pesawat itu jatuh. "Putra saya selamat, dan saya telah berbicara dengannya. Dia melompat dari lantai dua, jadi dia mengalami beberapa luka," katanya.
Menurut pengawas lalu lintas udara di Bandara Ahmedabad, pesawat lepas landas pukul 1:39 siang (0809 GMT) dari landasan pacu 23. Pesawat mengeluarkan panggilan "Mayday", yang menandakan keadaan darurat, tetapi setelah itu tidak ada respons dari pesawat.
Flightradar24 juga mengatakan bahwa mereka menerima sinyal terakhir dari pesawat beberapa detik setelah lepas landas.
Konsultan keselamatan kedirgantaraan AS Anthony Brickhouse mengatakan, satu tanda bermasalah dari video pesawat adalah bahwa roda pendaratan turun pada fase penerbangan saat biasanya roda pendaratan naik.
"Jika Anda tidak tahu apa yang terjadi, Anda akan mengira pesawat itu sedang mendekati landasan pacu," kata Brickhouse.
Boeing mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan awal dan sedang berupaya mengumpulkan lebih banyak informasi. Saham Boeing (BA.N), turun 6,8% menjadi $199,13 dalam perdagangan pra-pasar.
Pembuat mesin pesawat GE Aerospace mengatakan bahwa mereka akan membentuk tim untuk pergi ke India dan menganalisis data kokpit, demikian dilaporkan CNBC TV18 India.
Inggris menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas India untuk segera mengungkap fakta-fakta seputar kecelakaan itu dan memberikan dukungan kepada mereka yang terlibat.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan, jatuhnya pesawat Air India sebagai tragedi yang memilukan. "Tragedi di Ahmedabad telah mengejutkan dan membuat kami sedih," tulis Perdana Menteri India Narendra Modi di X.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan gambar-gambar yang muncul dari kecelakaan itu sangat menyedihkan, dan bahwa ia terus mendapatkan pembaruanterkait perkembangan situasi.
Seorang juru bicara Istana Buckingham mengatakan Raja Charles juga terus diberi informasi terbaru. "Saya dan istri saya sangat terkejut dengan kejadian mengerikan di Ahmedabad pagi ini," kata raja dalam sebuah pernyataan.