Israel Serang Lebanon, Iran Setop Negosiasi dan Ancam Tutup Selat Hormuz

Desy Setyowati
2 Juni 2026, 07:25
iran, trump, Israel serangLebanon,
https://nationalinterest.org/
Mojtaba Khamenei
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa tim negosiasi Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat melalui mediator karena Israel menyerang Lebanon.

Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dalam Front Perlawanan (Resistance Front) juga disebut telah menyusun rencana untuk menutup Selat Hormuz dan mengaktifkan front atau medan tekanan lain, termasuk Selat Bab el-Mandeb, untuk menghukum Israel dan para pendukungnya.

Jika Houthi, sekutu Iran di Yaman, membuka front baru dalam konflik tersebut, Reuters menyebut salah satu target arena yang mungkin diterapkan yakni Selat Bab El Mandeb di lepas pantai Yaman. Ini merupakan titik penting bagi pelayaran dan jalur sempit yang mengendalikan lalu lintas laut menuju Terusan Suez.

“Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang berlaku di semua lini, termasuk di Lebanon,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di X pada Senin, merujuk pada operasi Israel di Lebanon, dikutip dari Reuters, Senin (1/6). “Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran.”

Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran mendorong penghentian segera operasi militer agresif dan brutal rezim Zionis di Gaza dan Lebanon. Israel juga diminta menarik penuh rezim dari wilayah pendudukan di Lebanon.

“Tidak akan ada pembicaraan sampai pandangan Iran dan perlawanan mengenai masalah ini terpenuhi," demikian laporan Tasnim.

Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa negosiasi akan disetop jika ada peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon dan di Gaza, Palestina.

Negosiator utama Iran sekaligus Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan poin yang sama. “Blokade angkatan laut dan peningkatan kejahatan perang di Lebanon oleh rezim Zionis yang melakukan genosida adalah bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata,” tulisnya di media sosial, dikutip dari Al Jazeera.

“Setiap pilihan memiliki harga, dan tagihannya harus dibayar. Semuanya akan berjalan sesuai rencana,” Ghalibaf menambahkan.

Komentar Ghalibaf dan Abbas Araqchi muncul ketika Israel memperdalam invasinya ke Lebanon selatan dan mengancam akan melanjutkan serangan skala besar di Beirut.

 Trump Janji Israel Tak Serang Lagi Lebanon

Tidak lama setelah komentar dua petinggi Iran itu muncul, militer Israel mengeluarkan perintah pengungsian paksa bagi penduduk pinggiran selatan Beirut, Dahiye, dan serangan pun diperintahkan. Sehari sebelumnya, pasukan darat Israel mencapai titik terdalam mereka di Lebanon dalam 26 tahun terakhir.

Namun Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia telah turun tangan untuk meredakan ketegangan. Ia mengatakan telah menerima jaminan bahwa pasukan Israel tidak akan melanjutkan serangan.

“Saya melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, dan tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan,” tulis Trump di media sosial Truth Social.

“Demikian pula, melalui perwakilan-perwakilan berpangkat tinggi, saya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan dihentikan, bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel,” Trump menambahkan.

Tidak jelas dengan siapa Trump mungkin telah berbicara di Hizbullah, yang telah ditetapkan AS sebagai ‘organisasi teroris asing’. Diskusi semacam ini dengan kelompok tersebut kemungkinan akan menjadi yang pertama bagi seorang presiden AS.

AS telah berupaya memisahkan perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon dari konflik yang lebih luas dengan Iran. Namun Teheran bersikeras bahwa Lebanon harus dilibatkan dalam kesepakatan apa pun di masa mendatang.

Sebaliknya, Pemerintahan AS telah mendukung dan menjadi tuan rumah pembicaraan terpisah antara pejabat Lebanon dan Israel.

Presiden Trump menegaskan kembali pada Senin pagi bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, dan meminta para kritikusnya untuk menyerahkan negosiasi kepadanya. “Santai saja, semuanya akan berjalan baik pada akhirnya, selalu begitu!” tulis Trump. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...