Eastman Kodak, perusahaan fotografi berusia 133 tahun, memperingatkan para investor bahwa perusahaan mungkin tidak akan bertahan lama lagi atau bangkrut.

Perusahaan memperingatkan bahwa mereka tidak memiliki komitmen pembiayaan atau likuiditas yang tersedia untuk membayar kewajiban utang yang akan datang sekitar US$ 500 juta.

"Kondisi ini menimbulkan keraguan substansial tentang kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usahanya," kata Kodak dalam penyampaian laporan keuangan, dikutip dari CNN Internasional, Selasa (12/8).

Kodak berencana mengumpulkan dana dengan menghentikan pembayaran program pensiun.

"Pada kuartal kedua, Kodak terus mencapai kemajuan dalam rencana jangka panjang, meskipun menghadapi tantangan lingkungan bisnis yang tidak menentu," ujar CEO Kodak  Jim Continenza.

Juru bicara Kodak mengatakan perusahaan yakin bisa melunasi sebagian besar pinjaman berjangka jauh sebelum jatuh tempo, dan mengubah, memperpanjang, atau membiayai kembali sisa utang dan/atau kewajiban saham preferen.

Sejarah Kodak

Eastman Kodak Company didirikan pada 1892. Akan tetapi, perusahaan mengatakan kehadirannya sudah ada sejak 1879, ketika George Eastman memperoleh paten pertama untuk mesin pelapis pelat. Pada 1888, Eastman menjual kamera Kodak pertama seharga US$ 25.

Pada masa itu, fotografi belum menjadi bisnis massal karena keterampilan teknis dan peralatan yang dibutuhkan, tetapi kamera Kodak dirancang untuk membuat fotografi lebih mudah diakses. Eastman menciptakan slogan: ‘Anda tekan tombolnya, kami yang mengerjakan sisanya’.

Nama Kodak diciptakan oleh Eastman begitu saja. Perusahaan mengutip Eastman, bahwa “Huruf 'K' adalah favorit saya, sepertinya huruf tersebut merupakan jenis huruf yang kuat dan tajam.”

Kodak meraih kesuksesan selama seabad dalam memproduksi kamera dan film. Pada suatu masa di 1970-an, perusahaan ini menguasai 90% penjualan film dan 85% penjualan kamera di Amerika Serikat, menurut The Economist.

Lagu hit Paul Simon, "Kodachrome", menduduki puncak tangga lagu pada 1973.

Tetapi posisi pasar yang kuat itu tidak bertahan lama karena teknologi yang diciptakan perusahaan. Kodak memperkenalkan kamera digital pertama pada 1975.

Kodak gagal memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pada 2012, perusahaan ini mengajukan kebangkrutan. Pada saat pengajuan Bab 11, perusahaan ini memiliki 100 ribu kreditor dan utang total US$ 6,75 miliar.

Pada 2020, Kodak sempat terbebas dari tekanan ketika pemerintah AS menunjuknya untuk bertransformasi menjadi produsen bahan farmasi. Harga saham Kodak melonjak begitu cepat hingga memicu 20 pemutus arus sepanjang sesi perdagangan.

Meskipun mengalami kerugian, Kodak baru-baru ini menyatakan niatnya untuk memperluas segmen bisnis itu. Perusahaan ini terus memproduksi film dan bahan kimia untuk berbagai bisnis, termasuk industri perfilman, dan melisensikan mereknya untuk berbagai produk konsumen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.