Kronologi Penembakan Massal Kanada: Korban hingga Masalah Mental Pelaku Remaja
Penembakan massal mengguncang kota kecil Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada. Delapan orang tewas, termasuk enam anak-anak, dalam rangkaian serangan yang berawal dari sebuah rumah dan berakhir di sekolah menengah setempat.
Mengutip BBC, enam orang tewas dan setidaknya 25 lainnya terluka di Sekolah Menengah Tumbler Ridge. Dua orang lainnya yang juga meninggal dalam serangan ini adalah ibu tersangka, 39 tahun, dan saudara tirinya, 11 tahun. Keduanya ditemukan tewas di sebuah rumah di dekatnya.
Aparat menduga serangan dimulai dari rumah ini sebelum berlanjut ke sekolah. Setelah itu, tersangka n menuju Sekolah Menengah Tumbler Ridge, yang memiliki sekitar 160 siswa.
Di sekolah tersebut, ia melepaskan tembakan yang menewaskan lima siswa berusia 12 hingga 13 tahun serta seorang guru berusia 39 tahun.
Salah satu siswa, Darian Quist (17), mengatakan ia bersama sekitar 15 siswa lain bersembunyi di ruang kelas mekanik dan memblokir pintu selama hampir dua jam hingga polisi datang dan mengawal mereka keluar.
Tersangka kemudian ditemukan tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri. Polisi menemukan dua senjata api di tempat kejadian, yakni sebuah senapan panjang dan pistol yang telah dimodifikasi. Hingga kini, aparat masih menyelidiki bagaimana tersangka memperoleh senjata tersebut.
Tumbler Ridge memiliki sekitar 2.400 penduduk, dan sekolah menengahnya, tempat penembakan terjadi, memiliki 160 siswa. Polisi mengatakan Van Rootselaar telah putus sekolah empat tahun lalu.
Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya telah beberapa kali mendatangi rumah keluarga tersangka terkait masalah kesehatan mental. Tersangka juga pernah ditahan untuk evaluasi berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Mental.
Van Rootselaar lahir sebagai laki-laki biologis, tetapi mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan.
Sekitar dua tahun lalu, polisi juga sempat menyita senjata api dari rumah tersebut, tetapi kemudian dikembalikan kepada anggota keluarga lain melalui proses hukum.
Temuan BBC menunjukkan, sebuah unggahan Facebook tahun 2021 dari ibu tersangka, Jennifer Strang, menggambarkan bagaimana remaja itu tertarik pada senjata api. Seorang kerabat menunjukkan tersangka memegang senapan berburu.
Dokumen pengadilan dari kasus terpisah sekitar satu dekade lalu memberikan gambaran sekilas tentang masa kecil tersangka. Dokumen hukum dari perebutan hak asuh anak menyatakan bahwa keluarga tersebut menjalani "kehidupan yang hampir nomaden" antara tahun 2010-2015.
Ia beberapa kali pindah selama lima tahun terakhir antara Newfoundland, Grand Cache, dan Powell River, British Columbia.
Dalam unggahan Instagram Juli 2024, ibu tersangka menggambarkan dirinya sebagai "libertarian yang cenderung konservatif" dan berbicara untuk mendukung perlindungan "anak-anak transgender".
"Apakah Anda tahu berapa banyak anak yang bunuh diri karena kebencian semacam ini?" ujarnya.
Pada Rabu malam, ratusan pelayat berkumpul untuk mengheningkan cipta di alun-alun utama Tumbler Ridge dan di luar gedung legislatif British Columbia di Victoria. Pemerintah Provinsi British Columbia pun menetapkan hari berkabung pada Kamis (12/2).
Perdana Menteri Kanada menyatakan akan mengunjungi Tumbler Ridge dalam beberapa hari mendatang. Di kota berpenduduk sekitar 2.400 jiwa itu, bendera dikibarkan setengah tiang dan warga berkumpul untuk mengenang para korban.