Dino Patti Djalal: Menjadi Penengah Perang Iran-Israel Tidak Realistis

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Ketua sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan paparan pada konferensi pers jelang ASEAN for the Peoples Conference (AFPC) 2025 di Jakarta, Selasa (30/9/2025). AFPC 2025 yang bertujuan untuk menempatkan agenda rakyat sebagai prioritas utama dengan berbagai diskusi diantaranya tentang perubahan iklim, tata kelola pemerintahan yang baik serta keamanan digital tersebut akan digelar pada 4-5 Oktober 2025 di The Sultan Hotel Jakarta dengan tema "Harnessing So
Penulis: Reza Pahlevi
1/3/2026, 12.50 WIB

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal mengatakan langkah Indonesia untuk menjadi penengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) tidak realistis untuk saat ini.

Dino memaparkan ada tiga alasan mengapa ini langkah tidak realistis. Pertama, AS jarang sekali mau ditengahi pihak ketiga saat melakukan serangan militer ke musuhnya. AS juga tidak mungkin bersedia berkunjung ke Teheran.

"Saya meyakini Presiden Trump tidak ingin Indonesia ikut campur karena mood-nya gelap mata untuk menumbangkan Iran," kata Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini dalam akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (1/3).

Kedua, hubungan antara Indonesia dan Iran tidak begitu dekat dalam beberapa waktu terakhir. Dino menyoroti tidak ada interaksi Presiden Prabowo Subianto dengan Iran, baik lewat kunjungan maupun pertemuan di negara ketiga. 

Ketiga, upaya mediasi berarti Prabowo perlu bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak utama yang menyerang Iran. Hal ini sangat tidak mungkin secara politik, diplomatik, dan logistik.

"Ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri," kata Dino.

Menurutnya, Indonesia seharusnya berani mengecam serangan gabungan Israel-AS di Israel. Serangan tersebut bertentangan dengan segala prinsip yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa 2025.

Sebelumnya, Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog dan diplomasi, serta menyatakan siap memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Indonesia menyatakan siap memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif di kawasan dapat tercipta kembali.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia (Prabowo) bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.