Prabowo dan Macron Sepakat Serukan Perdamaian di Palestina, Lebanon, hingga Iran

ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/YU
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) melambaikan tangan saat bertemu di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026).
29/5/2026, 08.59 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyepakati urgensi untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah, khususnya terkait situasi di Iran, Lebanon dan Palestina. Kesamaan pandangan kedua pemimpin juga mencakup konflik bersenjata di Ukraina.

Mereka menyampaikan hal itu dalam konferensi pers bersama di Istana Élysée pada Kamis (28/5) waktu setempat. Sikap kedua turut tercermin melalui dokumen pernyataan bersama atau joint statement yang disepakati oleh kedua pimpinan negara.

Dalam naskah joint statement yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Prancis, Prabowo dan Macron menyampaikan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara, serta memperkuat kerja sama multilateral yang berlandaskan hukum internasional dan Piagam PBB.

Kedua presiden juga menolak penggunaan maupun ancaman kekuatan dalam penyelesaian konflik. Mereka menyerukan penyelesaian damai atas berbagai konflik internasional, termasuk di Palestina, Iran, Ukraina, dan Lebanon.

Prabowo menilai stabilitas kawasan Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap kondisi energi dunia dan rantai pasok global.

"Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global. Karena itu perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (29/5).

Prabowo mengatakan Indonesia akan terus mendukung berbagai upaya internasional untuk menjaga perdamaian dunia. Pemerintah Indonesia memandang konflik dan perang tidak akan membawa manfaat bagi negara mana pun.

"Di dunia sekarang di mana bumi sudah semakin kecil karena sains dan teknologi, perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapapun," ujarnya.

Kedua pemimpin turut menyoroti penyelesaian konflik di Palestina. Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap langkah Prancis yang aktif mendorong solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian jangka panjang di Palestina. Sikap tersebut sejalan dengan posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Pemerintah Indonesia tetap berpandangan perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa keadilan bagi rakyat Palestina dan tanpa terwujudnya solusi dua negara. Prabowo juga menilai dukungan negara-negara Eropa, termasuk Prancis, penting untuk memperkuat dorongan internasional terhadap penyelesaian konflik Palestina secara damai.

"Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina," kata Prabowo.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengapresiasi sikap dan komitmen Prabowo dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah dan Palestina. “Saya ingin memberikan penghormatan atas peran serta sikap sangat berani yang Anda ambil tahun lalu demi perdamaian di Timur Tengah, termasuk dukungan Anda terhadap pengakuan Palestina,” ujar Macron.

Macron juga berpendapat bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran membawa konsekuensi signifikan terhadap perekonomian global. Ia mengatakan perlu ada upaya internasional untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Joint statement itu menuliskan bahwa Prabowo dan Macron menyampaikan keprihatinan atas dampak konflik terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta menegaskan dukungan terhadap kebebasan navigasi sesuai Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS).

Macron juga menyebut Indonesia dan Prancis memiliki tujuan yang sama dalam melindungi kebebasan navigasi internasional, termasuk menjaga keterbukaan jalur strategis seperti Selat Hormuz.

"Kami memiliki visi yang sama untuk melindungi kebebasan navigasi, bekerja untuk menyelesaikan konflik, membuka Selat Hormuz, dan menolak semua upaya untuk memprivatisasi atau menutupi akses pelayaran," kata Macron.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi keamanan di Lebanon dalam pembicaraannya dengan Prabowo. Macron menyampaikan penghormatan terhadap komitmen dan peran angkatan bersenjata Indonesia dalam mendukung perdamaian di Lebanon.

“Saya ingin menghormati komitmen Anda, Presiden, komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus bekerja demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon, terutama di tengah serangan tanpa pandang bulu yang terus berlangsung di Lebanon Selatan dan telah menyebabkan penderitaan besar serta jutaan pengungsi,” ujarnya.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Prancis kali ini, Prabowo didampingi oleh Didit Hediprasetyo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu