Masker Medis Langka saat Pandemi Corona, Masyarakat Diimbau Pakai Kain

ANTARA FOTO/ Syifa Yulinnas/foc.
Pedagang melayani pembeli masker berbahan kain di seputaran Kota Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (1/4/2020). Permintaan masker berbahan kain buatan industri rumahan yang dijual Rp10.000 sampai Rp15.000 per masker sejak beberapa hari terakhir meningkat hingga 200 persen menyusul kesulitan warga dalam mendapatkan masker kesehatan untuk mencegah terjangkit wabah COVID-19.
Penulis: Rizky Alika
4/4/2020, 19.06 WIB

Pasokan masker medis mulai sulit diperoleh para tenaga medis. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain.

Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat yang berada di tempat umum serta melakukan interaksi dengan orang lain dapat menggunakan masker kain minimal tiga lapis. "Lalu ketika masker mulai basah, bisa diganti," kata dia saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Dia menjelaskan ada tiga jenis masker, yaitu masker kain, masker bedah, dan masker N95. Masker kain sebaiknya digunakan oleh individu serta diberikan untuk masyarakat lainnya.

(Baca: Seberapa Aman Penggunaan Masker Kain untuk Cegah Covid-19?)

Kemudian, masker bedah dapat digunakan oleh tenaga kesehatan yang tidak menangani pasien dengan risiko penularan tinggi dan orang yang sakit. Sedangkan, masker N95 digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan risiko penularan corona yang tinggi.

Adapun, dokter dan perawat gigi dianjurkan memakai masker N95. "Kami tahu ada beberapa tenaga dokter gigi yang gugur," ujar dia.

Anies menerbitkan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Coronavirus Disease (Covid-19). Seruan tersebut diterbitkan pada 3 April 2020.

Seruan dibuat dengan memperhatikan perlunya langkah bersama dari setiap warga untuk mengurangi potensi penularan antar-orang. Namun, yang terjadi malah terbatasnya persediaan masker medis untuk tenaga medis.

(Baca: Tangani Corona, Pemerintah Sebar 7 Ribu APD dan 150 Ribu Masker)

Makanya, Anies yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menyerukan penggunaan masker kain minimal dua lapis yang dapat dicuci. Masker tersebut perlu dicuci secara rutin setiap hari.

Ia juga menyerukan masyarakat untuk tidak membeli atau menggunakan masker medis serta menyadari bahwa masker ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Adapun, masker kain dapat dibuat sendiri atau membeli sesuai kebutuhan.

Melalui seruan tersebut, Anies juga meminta masyarakat tetap mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga etika batuk dan bersin.

(Baca: Pandemi Corona, Istri Bima Arya Gerakkan Sejuta Masker Kain di Bogor)

"Bagi yang ingin membantu sesama warga, maka bantulah dengan mengadakan, memproduksi, dan membagikan masker kain," tulisnya.

Ia juga meminta pengurus wilayah seperti Ketua RT, RW, Kader PKK, dan lainnya utnuk mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker di luar rumah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.