Polri Selidiki Komunikasi Pelaku Bom Solo dengan Jaringan Teroris Lain
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap ada komunikasi yang cukup intens antara pelaku bom bunuh diri Pos Pantau Polres Sukoharjo dengan sel tidur (sleeping cell) jaringan teroris lain.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo, yang menyatakan bahwa Tim Densus 88 Antiteror tengah mendalami keterkaitan antara pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin, dengan jaringan teroris.
"Memang Rofik tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, namun pelaku berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami," kata Brigjen Dedi, kepada Antara di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/6).
Fakta ini diketahui setelah Tim Densus 88 menginterogasi Rofik. Dalam interogasi, rofik mengakui bahwa dirinya berkomunikasi dengan sesama 'lone wolf' atau pengikut kelompok teroris yang berjalan sendiri.
Dengan sel tidur teroris lain, Rofik bertukar pengalaman merakit bom, sembari belajar secara otodidak tentang cara merakit bom lewat internet.
(Baca: Polisi: Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Terpapar Gerakan ISIS)
Dedi juga mengungkapkan, Rofik membaiat diirnya dengan kelompok teroris ISIS lewat akun facebook miliknya. Kini, Polri masih menyelidiki jaringan komunikasi pelaku lewat akun facebook serta ponsel milik Rofik.
Namun, ponsel Rofik diketahui telah dirusak, sehingga menghambat proses penyidikan di laboratorium digital forensik.
Sebelumnya terjadi peristiwa bom bunuh diri di Pos Pantau Lalu Lintas Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (3/6) sekitar pukul 22.45 WIB. Awalnya ada seorang tak dikenal menggunakan kaos berwarna hitam, celana jeans serta memakai headset berjalan menuju Pos Pantau Tugu Kartasura.
Orang tak dikenal tersebut kemudian duduk di trotoar di depan pos dan tak lama kemudian, sekitar sepuluh menit, terjadi ledakan di depan pos yang mengakibatkan orang tersebut luka-luka.
Beberapa jam setelah kejadian, Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah Rofik di Kampung Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa dini hari. Densus 88 didukung jajaran Polda Jateng ketika mendatangi rumah berwarna cat putih di RT 01 RW 02 Desa Wirogunan, Kartasura, sekitar pukul 01.00 WIB itu.
Saat ini Rofik dirawat di Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dilaporkan kondisinya telah membaik, sehingga Tim Densus 88 sudah bisa meminta sedikit keterangan.
(Baca: Usai Ledakan, Densus Geledah Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura)