Istana Isyaratkan Jokowi Kemungkinan Reshuffle Kabinet Usai Lebaran

Arief Kamaludin|KATADATA
Juru Bicara Presiden Johan Budi.
8/5/2019, 11.30 WIB

Istana menyatakan perombakan atau reshuffle kabinet mungkin saja terjadi. Namun, Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan reshuffle kemungkinan tidak akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum Lebaran 2019.

Ia menjelaskan, setiap saat ada kemungkinan reshuffle. Namun, "Sampai Lebaran ini paling tidak, tidak ada reshuffle," kata dia di kantornya, Selasa (7/5).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan reshuffle kabinet belum menjadi agenda khusus Presiden karena masih menunggu situasi. Situasi yang dimaksud di antaranya terkait kepastian status hukum beberapa menteri yang terseret dalam pusaran kasus korupsi.

(Baca: KPK Sita Dokumen Perdagangan Gula dari Kantor Menteri Perdagangan)

Terdapat tiga menteri aktif yang terseret dalam kasus korupsi. Pertama, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang terseret dalam kasus suap dana hibah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Kedua, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang terseret kasus dugaan suap Rp 2 miliar yang dilakukan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Ketiga, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga sempat menjadi saksi dalam kasus dugaan jual beli jabatan di kementeriannya. "Status itu menentukan, sepanjang belum ada status yang jelas, Presiden menekankan supaya ngebut bekerja dengan baik dalam sisa waktu yang ada," kata dia, Jumat (3/5) lalu.

(Baca: Perubahan Kabinet, Ekonom Minta Jokowi Pilih Menteri Sesuai Strategi)

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Jokowi memiliki penilaian atas capaian saat ini dan membutuhkan tim untuk mengejar target mendatang. "Ditunggu saja penjelasan Presiden (tentang reshuffle)," kata dia.