Lintasarta Danai 10 Startup Yogyakarta dan Jateng

Katadata
Penulis: - Tim Publikasi Katadata
Editor: Arsip
8/11/2018, 16.02 WIB

Jakarta, 8 November 2018 – Perusahaan Information & Communication Technology (ICT) terbaik Lintasarta membantu pendanaan dan monitoring 10 startup DIY dan Jawa Tengah untuk mengembangkan diri. Ini merupakan lanjutan dari program Innovative Academy Appcelerate Lintasarta sebagai komitmen perusahaan dalam menjalankan social investment.

Program Lintasarta yang kali ini menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) bertujuan mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital dan mempersiapkan mahasiswa, dosen, alumni, serta masyarakat luas. Program selaras dengan spirit UGM untuk menjadi wirausahawan muda atau technopreneur.

Innovative Academy Appcelerate (IA Appcelerate) adalah program inkubasi dan akselerasi untuk mengembangkan usaha startup bisnis digital binaan UGM dan kampus lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lintasarta sebagai penyedia Komunikasi Data, Internet dan IT Services bersama UGM berupaya memperbesar peluang startup untuk menjalankan usahanya secara mandiri dan berkesinambungan. Kedua Lembaga berupaya mental mahasiswa menjadi wirausahawan muda  yang tidak hanya berorientasi meraup profit tapi juga peduli terhadap masalah yang muncul di masyarakat.

IA Appcelerate 2018 mengusung tema “Designing Solutions to Industrial Problems through Campus-Based Development”  dengan fokus penyelesaian permasalahan industri bidang Finance Bank, Finance non-Bank, Supply Chain dan Smart City. Program berlangsung selama enam bulan, dimulai dengan kegiatan Energizing Starups, Industry Parallel Session, dan terakhir Startup Pitching yang dilaksanakan Minggu (5 November 2018) di Innovative Hub UGM.

Pada tahap awal diikuti 75 startup. Sebanyak 17 startup lolos di fase pengumpulan proposal dan seleksi administrasi, dan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan profil startup plus rencana bisnis. Presentasi 17 tim menuai pujian dari para mentor. Appcelerate Program Director, Ryo Naldho, menyebutkan para mahasiswa menunjukkan kematangannya dalam membangun startup yang memiliki nilai sosial dan bisnis. “Program Appcelerate ini juga kami lakukan di Bandung dan Surabaya, tapi saya menilai UGM yang mempunyai keseriusan yang cukup besar untuk menangani pengembangan usaha dan inkubasi sehingga startup yang ada pun terlihat sudah benar-benar dipersiapkan dengan matang,” ujarnya.

Lintasarta memutuskan meloloskan 10 startup untuk menerima bantuan dana pengembangan serta mengikuti program mentoring untuk mempersiapkan startup hingga siap diluncurkan ke pasar. “Sesuai janji kami akan membantu untuk membuat startup ini bisa tumbuh, dan memberikan modal pengembangan usaha startup,” lanjut Aldho panggilan Ryo Naldho.

Sebelum penjurian Hargo Utomo, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM menyampaikan pesan kepada para mentor yang bertindak sebagai juri. UGM katanya mampu menghasilkan riset atau inovasi yang memiliki potensi untuk dihilirkan serta dimanfaatkan industri dan masyarakat. “UGM sangat berbangga dapat menjalankan peran hilirisasi ini dengan salah satu mitra strategis Lintasarta melalui IA Appcelerate yang diselenggarakan tidak hanya untuk UGM, namun juga masyarakat luas yang memiliki kesamaan spirit dengan UGM,” kata Hargo. Kegiatan diharapkan menginspirasi banyak pihak untuk pemanfaatan potensi kampus dalam mendorong munculnya pelaku bisnis pemula dari berbagai bidang ilmu, untuk menyajikan solusi atas masalah dan kebutuhan masyarakat.

Sepuluh terpilih juga akan mengikuti program inkubasi dan akselerasi yang melibatkan para mentor dari Lintasarta, Industri Expert (RPX, Jenius, Asuransi Tugu Mandiri, Kominfo Samarinda) dan UGM. Adapun kesepuluh tim adalah:

  1. Bantu Ternak, startup teknologi finansial di bidang peternakan dengan keuntungan syariah
  2. Mechlab, bergerak sebagai penyedia manufaktur dan training custom mekatronika
  3. Lunaz, cloud-based invoicing
  4. Eksporia, menyediakan tenaga marketer dalam multi-sided platform
  5. Lancong, sebagai startup smart trip planner
  6. Siab, pionir smart filtration dengan teknologi IoT
  7. Maja Technology, smart Energy startup menggunakan teknolgi IoT
  8. Calty Farm, bergerak dalam bidang IoT sapi peternak
  9. IoTanam, hydrophonic-based Internet of things startup
  10. Sehat Enak, startup yang berfokus pada platform kesehatan
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.