Ribuan Warga Ancam Unjuk Rasa di Vico

KATADATA
Pemasangan kawat berduri untuk antisipasi aksi massa.
Penulis: Adek Media Roza
6/8/2015, 09.02 WIB

Sehari sebelumnya, aksi demo juga dilakukan di depan kantor Vico. Massa bahkan berkumpul hingga lewat tengah malam, sehingga polisi melakukan pembubaran paksa. Kericuhan sempat terjadi karena awalnya massa menolak dibubarkan, bahkan hampir terjadi baku pukul. Massa akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan demonstran bernegosiasi dengan polisi. Aksi demo tersebut sudah berulang kali digelar sejak pekan lalu, dan melibatkan perangkat desa.

Selain demonstrasi, warga juga mengancam keselamatan para petinggi Vico bila perusahaan,  seperti disampaikan dalam mediasi, hanya bersedia mempekerjakan kembali tiga dari seluruh karyawan yang habis kontrak itu. ?Ini urusan perut, kami akan memperjuangkan sampai akhir. Dan kami tidak bisa menjamin keselamatan para petinggi Vico,? kata Tamrin, salah seorang pekerja yang hadir di pertemuan mediasi.

Tamrin mengatakan, pertemuan mediasi tidak memuaskan pekerja. Vico, ujarnya, tetap tidak akan memperpanjang masa kontrak sekitar 248 pekerja yang akan selesai pada September mendatang. Solusi yang diberikan hanya merumahkan para pekerja dan memberi gaji hingga Desember 2015. Ia mengatakan, seharusnya PHK atau pemberhentian kontrak dilakukan terlebih dulu terhadap pekerja yang tidak memiliki KTP Kukar.

Dalam pernyataan resminya, Vico menjelaskan bahwa para pekerja yang tidak diperpajang kontraknya memang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan. Para pekerja itu pun sebenarnya berkontrak dengan perusahaan kontraktor rekanan. ?VICO terus bekerja sama dengan seluruh kontraktor dan para pemangku kepentingan setempat lainnya guna memastikan permasalahan tersebut diselesaikan sesuai dengan perjanjian dan peraturan yang berlaku,? demikian bunyi pernyataan tersebut.

Nina Herlina (Muara Badak), Raya Fatahillah (Samarinda)

Halaman:
Reporter: Redaksi