Perbankan Nasional Makin Sehat dan Kuat

Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Dok. KATADATA
Penulis:
Editor: Arsip
15/5/2013, 00.00 WIB

Begitupun bila dilihat dari sisi rasio efisiensi bank, yakni perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO). Berdasarkan data Bank Indonesia, pada masa krisis, bank-bank Indonesia sangat tidak efisien karena diterpa krisis finansial dengan BOPO 145 persen. Namun, pada 2012 sudah jauh menurun menjadi 74,1 persen. Sejumlah indikator lainnya, seperti aset, kredit dan dana pihak ketiga, perbankan Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang mengesankan.

Bila mengacu pada aset, kapitalisasi dan permodalan, bank-bank asal Indonesia masih jauh bila dibandingkan dengan pesaingnya, khususnya bank-bank asal Singapura dan Malaysia. Sebut saja misalnya mengacu pada kapitalisasi pasar, riset KATADATA menunjukkan bank-bank Singapura berada di urutan pertama hingga ketiga, yakni DBS, OCBC dan UOB. Bank asal Indonesia berada di urutan ke-5 (BCA) dan ke-6 (Bank Mandiri).

Namun, tidak bisa dipungkiri bank-bank domestik sudah memiliki kemampuan untuk bersaing dengan bank-bank asing. Bank-bank BUMN memiliki pelayanan yang bagus, termasuk layanan ATM. Bank swasta nasional, seperti BCA, juga memiliki keunggulan sebagai bank transaction.

Peringkat Bank di ASEAN 

Halaman:
Reporter: Redaksi