EDISI KHUSUS | Semarak Ramadan 1442 H

Alasan Mengapa Kosmetik harus Halal

Antara Foto /Oky Lukmansyah
14/4/2021, 20.21 WIB

Sampo, sabun, dan pasti gigi adalah tiga contoh produk perawatan tubuh standar. Ada lagi produk pendukung, misalnya losion tubuh yang digunakan setelah mandi. Wajah juga dioleskan pelembab sebelum membubuhkan make up. Dan ada berbagai produk kecantikan lain yang digunakan masyarakat sehari-hari pada tubuhnya.

Mengingat kosmetik merupakan produk yang tidak dikonsumsi langsung ke dalam tubuh, sebagian umat Islam semula merasa tidak harus memilih produk berlabel halal. Tapi, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran atas manfaat sertifikasi halal, trennya berbalik. Kini, justru kosmetik halal banyak dicari.

 

 

Sebenarnya, mengapa kosmetik harus halal? Dikutip dari laman halalmui.org, Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati menjelaskan, “Kosmetik digunakan sehari-hari, sehingga menempel di kulit dan akan terbawa saat melakukan ibadah shalat. Ketika shalat, seseorang harus terbebas dari najis. Sekarang, bagaimana ceritanya kalau di kulit kita menempel kosmetik yang mengandung najis? Artinya, shalat menjadi tidak sah karena ada najis menempel di tubuh”. 

Ada anggapan kosmetik dapat dicuci dan hilang bila dibilas dengan air saat berwudhu. Padahal, anggota tubuh yang terbasuh air wudhu terbatas. Sementara, produk kecantikan yang digunakan tak hanya digunakan dibagian tubuh yang dibilas air wudhu. Losion tubuh misalnya, tidak semua bagian yang teroles dapat terbasuh oleh air wudhu.

“Selain itu, jangan sampai ada penggunaan kosmetik yang membuat anggota tubuh tertutup, tidak dapat tembus air. Sehingga pada saat berwudhu, air tidak mengenai anggota tubuh. Alhasil, wudhu menjadi tidak sah,” imbuh Muti.

Sampai saat ini, banyak produk kosmetik yang memang sengaja dibuat tahan air sehingga kosmetik tak mudah rusak dan awet sepanjang hari. Jelas produk seperti ini tak sesuai syariah karena akan menghalangi air wudhu membasuh kulit.

Guna mengidentifikasi jenis kosmetik yang masuk kategori halal, perlu pengujian lanjutan untuk memastikan kehalalan dan keamanan produk yang dipakai. Karenanya, setiap produk yang mengklaim sebagai kosmetik halal harus memiliki sertifikasi dan label halal dari lembaga yang ditunjuk pemerintah.