Imbas Omicron, Kasus Covid-19 Korea Selatan Lampaui 1 Juta Pasien

ANTARA FOTO/REUTERS/Yonhap /WSJ/sa.
Petugas medis memakai alat pelindung diri menikmati ju yang turun di tempat pengujian virus corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, Sela(12/1/2021).
7/2/2022, 12.23 WIB

Covid-19 varian Omicron mendorong peningkatan kasus corona di berbagai negara. Korea Selatan pun telah melampaui satu juta kasus kumulatif Covid-19 sejak pandemi dimulai hingga Minggu (6/2).

Mengutip dari Reuters pada Senin (7/2), pejabat kesehatan melaporkan rekor harian infeksi baru sebanyak 38.691 kasus. Penularan tersebut didorong oleh wabah varian Omicron.

Secara keseluruhan, Korea Selatan melaporkan 1.009.688 kasus Covid-19 dengan total 6.873 kematian. Adapun, hampir 86% dari 52 juta penduduk negara itu telah divaksinasi lengkap, dengan lebih dari 54,5% masyarakat telah menerima suntikan dosis ketiga atau booster.

Korea Selatan mencatat kasus konfirmasi Covid-19 pertama pada 20 Januari 2020. Negara tersebut menjadi negara pertama di luar Tiongkok yang memerangi wabah besar.

Strategi agresif dalam pelacakan, penelusuran, pemakaian masker, dan karantina membantu Korea Selatan menjaga keseluruhan kasus dan kematian tetap rendah tanpa perluasan lockdown. Namun, penularan varian Omicron yang meluas mendorong jumlah kasus ke level tertinggi baru.

Di sisi lain, kematian kasus Covid-19 tetap rendah pada Negeri Ginseng yang telah memberikan vaksinasi sebagian besar masyarakatnya. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel menyebutkan kasus kematian mencapai 15 orang pada Sabtu tengah malam (5/2).

Sedangkan, kasus harian hampir lima kali lebih tinggi dari dua minggu yang lalu, ketika varian Omicron mulai mendominasi. Akan tetapi, jumlah infeksi serius tetap pada tingkat yang dapat dikendalikan.

Pada Jumat (4/2), pejabat setempat mengumumkan perpanjangan pembatasan jarak sosial selama dua pekan, termasuk pembatasan jam 9 malam untuk bisnis dan batas hingga enam orang untuk pertemuan pribadi.

"Prioritas dalam kondisi sulit saat ini adalah memperlambat penularan Omicron," kata Perdana Menteri kim Boo-kyum pada Jumat (4/2) lalu.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi Indonesia kemungkinan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi dalam 2-3 minggu ke depan imbas varian Omicron. Masyarakat diimbau dan diingatkan agar sadar akan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sejauh ini data yang dimiliki Kementerian Kesehatan menunjukkan, angka kasus konfirmasi harian bertambah, namun jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit relatif lebih sedikit. Pasien yang masuk ke rumah sakit juga cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala sama sekali.

Per Minggu (6/2) pukul 13.00, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit secara nasional berjumlah 18.966. Artinya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed ocupancy rate (BOR) nasional saat ini masih 23,35% dari 81.235 kapasitas tempat tidur Covid-19 yang tersedia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rizky Alika