Positif Covid-19 di Indonesia Tambah 6.376, Kasus di Jabar Turun 26%
Tren lonjakan kasus Covid-19 pada awal pekan hanya bertahan satu hari. Pemerintah melaporkan pasien baru corona bertambah 6.376 pada Rabu (23/3), turun dari 7.464 pada Selasa (22/3).
Sejalan dengan itu, angka positif di sejumlah daerah penyumbang utama kasus Covid-19 juga menurun. Provinsi Jawa Barat melaporkan tambahan 1.262 kasus hari ini, turun 26,7% dari kemarin.
Begitu juga kasus harian di Jawa Tengah juga menurun dari 828 menjadi 750 hari ini. Kenaikan jumlah pasien di Jawa Timur juga melandai dari 478 kemarin menjadi 440 hari ini.
Sedangkan tren kenaikan harian pasien terjadi di DKI Jakarta. Kasus baru Covid-19 di ibu kota menanjak dari 1.012 kemarin menjadi 1.235 hari ini.
Total kasus positif hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 109.694 orang. Sedangkan rasio positif virus corona yang diperoleh secara harian mencapai 5,81%.
Pemerintah juga melaporkan angka kematian pasien Covid-19 hari ini bertambah 159. Jumlah terbanyak disumbangkan Jawa Tengah yang melaporkan 38 orang meninggal dunia.
Selain itu angka kesembuhan pasien juga bertambah 19.209 orang. Tambahan terbanyak berasal dari Jawa Barat yang melaporkan 7.161 orang dinyatakan negative corona.
Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 berkurang 12.992 orang. Selain itu ada pula 11.655 orang yang saat ini berstatus suspek virus corona.
Sedangkan pmerintah terus mendorong vaksinasi Covid-19 dosis primer hingga penguat (booster). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dan Idul Fitri dengan lebih bebas.
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali ini pun meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, baik dosis primer dan booster. Percepatan vaksinasi diperlukan selama dua pekan sebelum memasuki bulan puasa.
Ia pun meminta masyarakat tidak memilih jenis vaksin. "Semua sama efektifnya untuk berikan antibodi pada Covid-19," ujar Luhut dalam konferensi pers pada 14 Maret lalu.