Alasan Utama Jokowi Tolak Lockdown saat Awal Covid: Takut Kerusuhan

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/1/2023).
26/1/2023, 13.58 WIB

Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan utama dirinya menolak lockdown saat pandemi Covid-19. Ia khawatir Indonesia akan dilanda kerusuhan jika memberlakukan penguncian aktivitas berskala massal.

Menurutnya, penerapan lockdown berpotensi memicu keresahan masyarakat. Pasalnya, kebijakan tersebut akan menutup kemampuan masyarakat mencari nafkah.

"Semua ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Riot (kerusuhan), itu yang kami hitung," ujar Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023, Kamis (26/1).

Jokowi mengatakan saat itu 80% anggota kabinet mendorong adanya lockdown demi memutus penularan Covid-19. Selain itu,  legislator dan partai politik menekan pemerintah untuk melakukan lockdown.

Mantan Wali Kota Solo ini akhirnya bersemedi selama tiga hari untuk memutuskan tidak menerapkan kebijakan lockdown dan menerbitkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Jokowi menyampaikan pertimbangan utama saat itu adalah kondisi masyarakat.

"Tekanan-tekanan seperti itu, pada saat mengalami krisis dan kita tidak jernih, tergesa-gesa, grasa-gurus, kita bisa salah memilih kebijakan," kata Jokowi 

Selain PSBB, Jokowi mengatakan kondisi masyarakat juga yang menentukan pemerintah untuk memilih menggunakan kebijakan gas dan rem. Akan tetapi,  hal tersebut tidak mudah lantaran data yang tersedia di dalam negeri tidak siap untuk dijadikan dasar kebijakan.

Menurutnya, data di setiap instansi pemerintahan menunjukkan angka yang berbeda. Menurutnya, faktor yang membantu pemerintah untuk cepat beradaptasi dengan pandemi Covid-19 adalah partisipasi masyarakat dalam menangani pandemi dan ekonomi nasional.

"Partisipasi ini yang harus kita apresiasi, kita hargai, karena memberi dukungan. Dunia usaha, masyarakat di bawah, semua bergerak," kata Jokowi.