PUPR Pastikan Seluruh Infrastruktur Penunjang KTT ASEAN Rampung April

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Ilustrasi. KTT ASEAN 2023 akan digelar dua kali di Labuan Bajo dan Jakarta.
Penulis: Nadya Zahira
Editor: Agustiyanti
15/3/2023, 09.36 WIB

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau kesiapan Labuan Bajo untuk menjadi lokasi perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada awal pekan ini. Kementerian PUPR memastikan seluruh infrastruktur pendukung perhelatan yang akan diselenggarakan pada Mei 2023 rampung bulan depan.

KTT ASEAN akan digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tana Mori di Labuan Bajo. Adapun infrastruktur yang tengah dibangun untuk menunjang perhelatan ini, yakni  pembangunan round about Beach Club, shelter dermaga, penataan lansekap dan pemasangan geomat pada koridor jalan kawasan Tana Mori, helipad, dan pembangunan parkiran berkapasitas 100 unit mobil. 

"Kami rencanakan semuanya selesai di pertengahan April atau setidaknya di akhir April 2023," ujar Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti melalui keterangan resmi, Rabu (15/3).

Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Mako Polres Manggarai, lansekap koridor jalan Labuan Bajo, dan pekerjaan promenade penghubung pada Kawasan Waterfront Marina zona 4. 

Kawasan Waterfront Marina rencananya akan memiliki 5 zona yakni Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung Air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung dan telah diresmikan Presiden Jokowi pada Juli 2022.

Kementerian PUPR juga membangun Embung Anak Munting di antara Jalan Akses Labuan Bajo menuju Golo Mori, Kecamatan Komodo dengan kapasitas tampung 159.481,10 m3 dan luas genangan 4,5 hektare.  Pembangunan embung tersebut memiliki fungsi utama untuk konservasi dan mendukung pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo dalam rangka pelaksanaan ASEAN Summit. 

Pemerintah berharap perhelatan KTT ASEAN akan mendorong lebih banyak wisatawan berkunjug ke destinasi prioritas.  Kunjungan wisatawan asing ke NTT sebenarnya menunjukkan tren kenaikan dalam 10 tahun terakhir, dengan kunjungan tertinggi pada 2019 mencapai 155,9 ribu orang.

Namun, tren pertumbuhan kunjungan Wisman anjlok ketika pandemi Covid-19. Pada 2020 saat tahun pertama pandemi, jumlah kunjungan wisman ke NTT anjlok menjadi 44,7 ribu orang. Jumlahnya merosot lagi pada 2021 menjadi hanya 8,74 ribu orang. 

Reporter: Nadya Zahira