Jokowi Tambah Libur Idul Adha untuk Genjot Pariwisata Lokal

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.
Presiden Joko Widodo menyapa warga saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pedagang di Pasar Tohaga Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/6/2023).
21/6/2023, 12.46 WIB

Presiden Joko Widodo mengatakan perayaan Idul Adha belum dapat maksimal dalam mendorong perekonomian. Oleh karena itu, Kepala Negara menambah hari cuti bersama dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 2023.

Jokowi menilai perlu waktu lebih untuk mendorong perekonomian dari perayaan Idul Adha, khususnya di daerah. Jokowi berharap penambahan cuti bersama dapat menggenjot industri pariwisata lokal.

"Untuk mendorong ekonomi daerah, utamanya pariwisata lokal," kata Jokowi dalam saluran resmi Sekretariat Presiden, Rabu (21/6).

Keputusan ini setelah adanya Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri yang telah disahkan pada 16 Juni lalu. Tiga hari libur tersebut terdiri dari satu libur nasional yakni Idul Adha pada 29 Juni serta dua cuti bersama yakni 28 dan 30 Juni 2023.

"Iya (sudah fix)," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas saat ditanya awak media di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (20/6).

Sebelumnya, Azwar menjelaskan wacana perpanjangan libur dihadirkan demi memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan baik. Ditambah lagi, perayaan Idul Adha juga digelar berbarengan dengan masa libur sekolah. 

Meski demikian, pelaku usaha memprotes rencana pemerintah yang akan menetapkan libur Idul Adha menjadi tiga hari. Pasalnya, rencana tersebut dinilai mendadak sehingga akan mengganggu produktivitas industri.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Adhi S Lukman, mengatakan cuti bersama yang ditetapkan mendadak akan mengganggu produktivitas kerja industri. Apalagi jika perubahan cuti tersebut diterapkan pada bagian produksi yang memiliki tiga shift.


Reporter: Andi M. Arief